pwmu.co - Penampilan dari keluarga Bapak drh Zainul Muslimin (Huda/PWMU.CO)
PWMU.CO – Kegiatan Family Gathering ke-13 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar Muhammadiyah, tetapi juga menjadi panggung ekspresi bakat dan potensi generasi penerus Sang Surya.
Dalam sesi penampilan seni yang digelar Sabtu malam (28/6/2025) di Blessing Hills, Trawas, Mojokerto, anak-anak dari berbagai daerah tampil memukau dengan berbagai pertunjukan menarik.
Salah satu yang menarik adalah pembacaan puisi “Aku Anak Muhammadiyah” oleh Maharsyi Bakti Wardhana, putra dari Bapak Mu’ad Roziqin. Dengan penuh penghayatan, Arsyi melantunkan bait-bait puisi yang menggambarkan jati diri kader Muhammadiyah sejak dini:
Aku Anak Muhammadiyah Kata Ayah, aku Muhammadiyah. Kata Ibu, aku Muhammadiyah. Kata mereka, aku Muhammadiyah.
Aku anak Muhammadiyah, Yang berbakti kepada Ayah dan Bunda, Yang bersinar bagai Sang Surya.
Aku anak Muhammadiyah, Selalu gembira, tak putus asa, Sedikit bicara, banyak bekerja.
Ya Allah, Tuhan Rabbiku. Muhammad, junjunganku. Al-Islam, agamaku. Muhammadiyah, gerakanku
Penampilan puisi tersebut pun disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Penampilan lain yang tak kalah menarik datang dari Zahra dan Sita, putri dari Bapak Yasir W dan Ibu Murni, yang membawakan pertunjukan seni bela diri Tapak Suci (TS). Gerakan yang lincah dan penuh semangat memukau penonton dan menunjukkan bahwa semangat Muhammadiyah juga tumbuh dalam keindahan budaya dan tradisi bela diri.
Penampilan Seni Bela Diri Tapak Suci (Huda/PWMU.CO)
Tak hanya itu, dua gadis cilik yaitu Kireina, putri dari Bapak Ratfan (Probolinggo) dan Rindu, putri dari Bapak Hariyanto (Nganjuk), berduet membawakan lagu OST Jumbo: “Selalu Ada di Nadimu”. Suara merdu dan penjiwaan keduanya menambah hangat suasana malam kekeluargaan tersebut.
Hafalan Al-Quran Kolosal: Suara Kecil yang Menyentuh Hati
Suasana religi turut hadir dalam penampilan sambung ayat kolosal yang dibawakan oleh anak-anak kader Muhammadiyah. Mereka adalah:
Nafisah, putri Mohammad Lusianto (Surabaya) – membaca Surat An-Nas
Arash, putra Bapak Ratfan – juga membaca Surat An-Nas
Alina, putri Bapak Ratfan – membaca Surat Al-Kautsar
Azkya, putri Bapak Ratfan – membaca Surat Al-Lahab
Mereka tampil bergantian dan penuh percaya diri. Meskipun masih berusia dini, keteguhan dan hafalan mereka menunjukkan semangat cinta Al-Quran yang telah ditanamkan sejak kecil.
Suara Merdu dan Warisan Seni
Kemudian tampil pula Ayunda, putri dari Bapak Basuki, yang membawakan lagu legendaris “Sabda Alam”. Suaranya yang lembut berhasil membius suasana, menghadirkan nostalgia sekaligus harapan akan keberlanjutan seni yang bermakna di lingkungan Muhammadiyah.
Penampilan yang paling tidak kala memikat datang dari keluarga besar Bapak Zainul Muslimin, Bendahara PWM Jawa Timur. Putra dan kedua cucunya menyajikan penampilan yang menyita perhatian yakni lagu tentang planet serta lagu original berjudul “Menggapai Mulia”, yang merupakan karya dari band Malsi Choice, yang pernah putra beliau bentuk saat masih aktif di Bandung.
Penampilan ini bukan hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam dunia seni kreatif dan musik Islami.
Dengan berbagai penampilan tersebut, Family Gathering ke-13 ini bukan hanya menjadi ajang temu keluarga, tetapi juga panggung ekspresi dan apresiasi terhadap kader-kader muda Muhammadiyah yang penuh potensi. Mereka bukan sekadar anak-anak biasa, melainkan benih unggul penerus cita-cita Mencerahkan Semesta. (*)
0 Tanggapan
Empty Comments