
PWMU.CO – Pengajian Ahad Pagi (PAP) at-Taqwa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cluring membahas Transformasi Dakwah di Era Digital, Ahad (20/04/2025). Kegiatan ini berlangsung di masjid At-Taqwa Cluring Banyuwangi. Pengajian diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Cabang Cluring.
Bertindak sebagai penceramah pada pengajian kali ini adalah Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Taufiqur Rohman. Di awal ceramahnya, Ketua MPID Banyuwangi itu mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah Swt, karena atas limpahan rahmat-Nya sehingga dapat menghadiri majelis PAP ini.
“Semoga hadir kita di pengajian ini, dapat memberikan pencerahan bagi kita dalam menjalani kehidupan ini,” ujarnya.
Selanjutnya ia membacakan ayat al Quran dalam Surat an-Nahl 125. Di ayat tersebut dijelaskan perintah Allah untuk berdakwah agar kebenaran risalah Islam diterima umat di dunia ini. Dengan cara bil hikmah (bijaksana), mauidah hasanah (nasihat yang baik), serta dengan cara dialog yang baik.
Menurut ustadz kelahiran Srono Banyuwangi itu, ketiga cara berdakwah tersebut hendaknya dikembangkan di era digital ini. Artinya mengemas dakwah tidak hanya dengan cara konvensional, melainkan harus diperluas cakupannya, yaitu merambah ke dunia maya.
“Bapak dan ibu, mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, dunia ini sudah terbagi menjadi dunia. Ada dunia nyata dan dunia maya,” ulasnya.
Oleh karena itu, Taufiqur Rohman mengingatkan jamaah terhadap perjalanan dakwah Islam yang dimulai sejak masa nabi. Pada awalnya, dakwah Islam dimulai dengan (door to door) sembunyi-sembunyi. Kemudian, seiring berjalannya waktu, transformasi dakwah Islam memasuki metode baru, yakni dengan cara terang-terangan.
Karena realitas mad’u (sasaran dakwah) di era digital ini aktif berada di media sosial (medsos), maka hal ini meniscayakan para orang tua, guru, dan da’i harus mengubah pola dakwahnya dengan merambah ke medsos tersebut.
Lalu, bagaimana cara dakwah di media sosial? Penceramah yang bertinggal di Pandan itu memberikan beberapa tips. Antara lain, dengan menulis berita dakwah on-line, menulis artikel ataupun opini yang inspiratif, membuat konten-konten yang Islami.
“Dan kalau bisa, tetap berusaha untuk menulis atau membuat karya buku, karena buku akan selalu bermanfaat di zaman apapun. (*)
Penulis Ghulam Bana Islama Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments