
PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Siliragung, Banyuwangi menggelar Pengajian Ahad Pagi (PAP) bertema “Menebar Perdamaian Semesta” pada Ahad (11/5/2025) di Pusat Dakwah Muhammadiyah Masjid al-Barokah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Buluagung.
Pengajian tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Taufiqur Rohman MPdI.
Tepat pukul 07.00 WIB, pengajian dimulai dan diikuti oleh warga Muhammadiyah Siliragung. Di awal ceramahnya, Ketua MPID Banyuwangi itu mengajak para jamaah untuk bersyukur kepada Allah Swt karena masih diberi kesempatan mengikuti kajian tersebut.
“Sesuai nama masjid ini al-Barokah, semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita semua,” ujarnya.
Selanjutnya, ustadz alumnus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya itu memotivasi jamaah agar tetap istikamah menghadiri pengajian. Ia pun membacakan hadits Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah Ra. Di hadits tersebut dijelaskan bahwa orang yang istikamah di majelis ilmu akan mendapatkan berbagai macam hikmah kemuliaan, di antaranya, mendapatkan rahmat Allah, dinaungi malaikat, sakinah (kedamaian) dan namanya disebut-sebut di sisi Allah.
Untuk mengulas tema pengajian Menebar Perdamaian Semesta, ia membacakan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin Salam Ra yang berisi anjuran untuk menebarkan salam, menjalin silaturahmi, memberi makan orang yang kekurangan, dan mengerjakan shalat malam ketika kebanyakan orang sedang tidur.
Sebelum mengulas lebih lanjut isi hadits, Taufiqur Rohman terlebih dahulu menceritakan sosok Abdullah bin Salam, sahabat yang mendengar langsung hadits tersebut.
“Abdullah bin Salam sebelum masuk Islam merupakan seorang pendeta Yahudi yang cerdas. Ia terkenal dengan kegemarannya membaca kitab Taurat. Atas dasar itu, ia mengajukan tiga pertanyaan kepada Nabi. Jika Nabi mampu menjawab ketiga pertanyaan tersebut, maka ia bersedia mengucapkan syahadat sebagai tanda masuk Islam,” jelasnya.
Lebih lanjut, Taufiqur Rohman juga menyampaikan tiga pertanyaan yang diajukan kepada Nabi Muhammad. Pertama, apa tanda pertama yang akan muncul saat hari kiamat terjadi? Kedua, apa makanan pertama bagi penduduk surga? Ketiga, mengapa wajah bayi yang baru lahir bisa mirip dengan ibunya atau justru dengan ayahnya? Ketiga pertanyaan tersebut berhasil dijawab oleh Nabi, sehingga Abdullah bin Salam memutuskan untuk masuk Islam.
Menurut Taufiqur Rohman, jika isi hadits tersebut diperhatikan dan diimplementasikan dalam kehidupan, maka akan terwujud perdamaian semesta. Semuanya akan menjadi damai, baik individu, masyarakat, dan bangsa.
Pengajian yang berlangsung dengan khidmat ini berakhir tepat pukul 08.00 WIB. (*)
Penulis Ghulam Bana Islama Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments