
PWMU.CO – Pengajian Ahad Pagi (PAP) Qalbun Salim Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gambiran Banyuwangi mengusung tema memahami hakikat ibadah shalat, Ahad (2/2/2025).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Taufiqur Rohman MPdI saat mengisi PAP yang bertempat di Masjid Al- Hikmah Jajag Banyuwangi Jawa Timur.
Di awal pengajian ini, Taufiq mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah Swt atas nikmat yang diberikan.
“Alhamdulillah kita masih diberi nikmat sehat dan dan sempat, sehingga dapat melangkahkan kaki untuk menuju majelis ilmu ini. Semoga Allah selalu memberi pencerahan dalam menjalani hidup ini,” ujarnya.
Di samping diikuti jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Cabang Gambiran, pengajian ini juga diikuti oleh para santriwan dan santriwati Pondok MBS Al-Hikmah Gambiran.
Selanjutnya ia menerangkan bahwa shalat itu adalah rukun Islam yang ke-2 setelah ikrar dua kalimat syahadat. Sambil ia mengutip hadits nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Umar bin Khattab Ra.
Di hadits tersebut menjelaskan kedatangan seorang laki-laki berbaju putih yang tidak lain adalah malaikat Jibril As yang bertanya kepada nabi tentang Islam. Salah satu jawaban nabi adalah mendirikan shalat.
Untuk lebih menjelaskan hakikat ibadah shalat, maka Alumnus Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya itu membacakan ayat al-Quran dalam Surat Thaha 14.
Dalam ayat tersebut berisi penegasan Allah yang menyatakan bahwa Aku ini adalah Tuhan, maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatku.
Berdasarkan ayat tersebut, Taufiq menjelaskan shalat pada hakikatnya menghadirkan diri di hadapan Allah. Maka seorang muslim yang mendirikan shalat, ia menyadari dengan benar bahwa dirinya sedang menghadap Tuhannya.
Ia pun mengaitkan dengan peristiwa Isra dan miraj, saat nabi Muhammad naik ke Sidratul Muntaha menemui Allah dan mendapatkan perintah untuk mendirikan shalat lima waktu.
Taufiqur Rohman mengajak jamaah untuk menjaga kualitas kekhusyukan shalat. Karena hanya shalat yang khusyuk yang diterima oleh Allah. Menurutnya shalat khusyuk dapat dicapai melalui beberapa cara, antara lain:
- Dimulai dengan wudhu yang sempurna.
- Mendirikan shalat sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh nabi. Sebagaimana anjuran nabi dalam haditsnya.
- “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.”
- Memahami makna yang terkandung dalam bacaan shalat.
- Membiasakan shalat tepat pada waktunya.
Hal itu pun belum cukup, seorang muslim harus mampu menerapkan nilai-nilai pendidikan shalat dalam kehidupan sosial. Seperti, menyantuni anak yatim dan memberi pertolongan kepada orang miskin.
Jika hal itu tidak dilakukan, maka orang tersebut akan menjadi orang yang lalai dalam shalatnya. Bahkan ia akan dicap sebagai pendusta agama.
Pengajian yang berlangsung selama satu jam ini berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan bacaan hamdalah.
Penulis Ghulam Bana Islama Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun






0 Tanggapan
Empty Comments