Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Papan Interaktif Digital Dukung Pembelajaran Sekolah Terdampak Banjir di Kabupaten Bener Meriah

Iklan Landscape Smamda
Papan Interaktif Digital Dukung Pembelajaran Sekolah Terdampak Banjir di Kabupaten Bener Meriah
Papan Interaktif Digital mendukung Pembelajaran Sekolah Terdampak Banjir di Kabupaten Bener Meriah. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID)/Interactive Flat Panel (IFP) sebagai sarana pembelajaran terasa manfaatnya bagi sekolah yang terdampak bencana. Sebagaimana proses belajar mengajar yang nampak di SMAN 2 Timang Gajah dan SDN Karang Jadi, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Kepala SMAN 2 Timang Gajah, Ikhsan Purnama, menyampaikan bahwa kehadiran IFP memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.

Alhamdulillah, dengan adanya IFP sangat membantu pembelajaran guru, perangkat ini langsung kami aktifkan untuk mendukung pembelajaran mendalam sehingga proses belajar menjadi lebih terarah,” ujar Ikhsan pada Jumat (30/1/2026).

Ikhsan menambahkan, SMAN 2 Timang Gajah mewajibkan para guru untuk menggunakan IFP, walaupun harus digunakan secara bergantian. Kehadiran IFP sendiri juga meningkatkan semangat dan antusiasme siswa untuk belajar.

“IFP memudahkan siswa saat presentasi karena bisa langsung disentuh seperti menggunakan gawai, jadi membuat siswa lebih nyaman dan aktif dalam pembelajaran, berbeda saat presentasi menggunakan proyektor,” tambahnya.

Terkait dampak bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh, Ikhsan menjelaskan bahwa aktivitas pembelajaran sempat terhenti akibat akses jalan yang terputus di beberapa titik. Ada 15 siswa yang terdampak, bahkan beberapa di antaranya kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya hanyut oleh banjir.

“Untuk siswa-siswa tersebut kami memberikan bantuan. Selain dari pemerintah dan juga swasta, kami dari internal sekolah sendiri juga patungan dari para guru untuk sedikit membantu para siswa yang terkena bencana,” jelas Ikhsan.

Sementara itu, Kepala SDN Karang Jadi, M. Ghazali, menceritakan bahwa IFP sebelumnya telah diterima dengan baik oleh sekolah, namun saat akan digunakan terhambat oleh bencana banjir.

“Jadi saat akan dipasangkan itu pas terjadi bencana. Sekarang sudah dua minggu IFP sudah dipakai, kami pasang di tenda belajar, Alhamdulillah ini bantuan bapak Presiden Prabowo,” terang Ghazali.

Dari total 12 kelas, 6 kelas di SDN Karang Jadi bergantian menggunakan IFP. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi kontur antar kelas yang menyulitkan pemindahan perangkat IFP ke ruang kelas yang berbeda. Namun di balik itu Ghazali menyebutkan antusiasme siswa untuk belajar menggunakan IFP sangat tinggi.

“Para siswa sangat antusias mereka semua ingin maju ke depan untuk belajar menggunakan IFP,” kata Ghazali. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu