Search
Menu
Mode Gelap

Parenting Edukasi Seksual pada Anak, Mimdaka Hadirkan Pakar Fakultas Kedokteran Umsura

Parenting Edukasi Seksual pada Anak, Mimdaka Hadirkan Pakar Fakultas Kedokteran Umsura
dr. Pratita Hapsari saat menyampaikan materi. Foto: Musyrifah/PWMU.CO
pwmu.co -

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), dr. Pratita Hapsari, memberikan edukasi seksual pada anak dalam kegiatan parenting di MI Muhammadiyah 2 Karangrejo Manyar Gresik (Mimdaka), Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan ini merupakan program Ikatan Wali Murid (IKWAM) Mimdaka pada akhir semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026 dan dilaksanakan bersamaan dengan penerimaan rapor.

Acara yang digelar di Aula Masjid Al Kautsar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangrejo ini dihadiri oleh 105 wali murid Mimdaka dari kelas I hingga VI.

Dengan mengenakan dress code warna biru tua (navy), seluruh peserta parenting mendengarkan uraian penting tentang edukasi seksual pada anak.

Tita, sapaan akrab narasumber, menyampaikan pentingnya para orang tua memahami edukasi seksual.

“Ibu-ibu pasti sudah banyak mendengar kasus-kasus yang sangat memprihatinkan, salah satunya kekerasan seksual pada anak, dan itu kerap dilakukan oleh orang-orang terdekat,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini menjadi penting agar orang tua lebih waspada dan hati-hati dalam menjaga anak, baik laki-laki maupun perempuan, selama proses pertumbuhannya.

“Memberikan pendidikan atau edukasi tentang seksual pada anak harus dimulai sejak usia dini, tidak menunggu anak dewasa,” tuturnya.

Tita menyampaikan bahwa orang tua juga harus belajar tentang pertumbuhan dan perkembangan manusia.

“Agar orang tua mengetahui dan memahami perubahan pada anak, khususnya pada aspek fisik, emosi, dan psikologis,” ujar perempuan berusia 30 tahun ini.

Menurutnya, pada usia murid kelas I sudah bisa dimulai edukasi tentang pubertas.

“Pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikis sebagai kesiapan bereproduksi yang dipengaruhi oleh hormon. Rentang usia pubertas berbeda antara perempuan dan laki-laki, yaitu 8–13 tahun untuk perempuan dan 9–14 tahun untuk laki-laki,” jelas perempuan kelahiran Surabaya ini.

Tita menjelaskan bahwa sistem reproduksi, baik laki-laki maupun perempuan, tidak hanya berkaitan dengan alat kelamin.

“Tetapi ada beberapa organ lain yang harus kita ketahui. Pada sistem reproduksi laki-laki terdapat testis, uretra, prostat, dan lainnya, sementara pada sistem reproduksi perempuan terdapat rahim, ovarium, vagina, dan lainnya,” paparnya.

Menurutnya, perubahan fisik pada masa pubertas dapat dilihat dari perubahan ukuran tubuh.

“Seperti pertambahan tinggi badan dan berat badan, serta perubahan proporsi tubuh yang mendekati orang dewasa,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, perubahan fisik pada masa pubertas juga meliputi perkembangan ciri-ciri khusus, yaitu ciri primer dan sekunder.

“Ciri primer pubertas adalah perubahan utama yang terjadi di dalam tubuh sehingga tidak tampak, contohnya menstruasi pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki,” jelasnya.

Sementara itu, imbuhnya, ciri sekunder pubertas adalah ciri yang tampak di luar organ reproduksi.

“Contohnya pada anak laki-laki timbul bau tubuh, tumbuh jakun, kumis, dan janggut, dada tampak bidang, organ kelamin membesar, serta tumbuh rambut halus di ketiak dan sekitar organ kelamin,” terangnya.

Ia juga menjelaskan ciri sekunder pubertas pada perempuan, antara lain perubahan suara menjadi melengking, panggul dan payudara membesar, serta tumbuh rambut halus di ketiak dan sekitar organ kelamin.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Cara Menghadapi Masa Pubertas dan Menjaga Kesehatan Tubuh

Perempuan kelahiran 13 November 1995 ini kemudian memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta parenting tentang cara menghadapi masa pubertas anak.

“Ibu-ibu harus tetap tenang dan percaya diri dalam mendampingi anak-anak,” ucapnya.

Menurutnya, hal ini agar anak-anak lebih terbuka kepada orang tua atau keluarga.

“Teruslah memberikan edukasi mengenai reproduksi dan menekankan kepada anak agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan banyak beribadah,” ujarnya.

Selain itu, makan makanan bergizi merupakan faktor yang sangat penting.

“Anak-anak saat makan harus memenuhi kadar karbohidrat, protein, lemak, serta mengandung banyak vitamin dan minum air putih yang cukup,” pesannya.

Tita, yang sehari-hari bertugas sebagai dosen FK UMSURA ini, menekankan agar anak-anak memiliki waktu tidur yang cukup, yaitu antara 9–10 jam setiap malam.

“Karena tidur adalah cara tubuh beristirahat agar tetap sehat dan kuat,” tuturnya.

Tita menjelaskan bahwa dari semua uraian yang telah ia sampaikan, ada hal penting yang harus diperhatikan orang tua.

“Ibu-ibu harus paham cara menjaga kebersihan reproduksi, dan itu perlu disampaikan kepada anak agar mereka juga bisa mawas diri,” jelasnya.

Pertama, membersihkan atau mengelap area tersebut menggunakan handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak berbau atau lembap.

“Kedua, memakai celana dalam berbahan yang menyerap keringat. Disarankan mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari,” tuturnya.

Bagi perempuan, imbuhnya, membersihkan alat kelamin dilakukan dari depan ke belakang dan menggunakan pembalut dengan benar.

“Sementara bagi laki-laki, dianjurkan untuk berkhitan,” pesannya.

Di akhir paparannya, ia menyitir Surat Al-Isra ayat 32 yang artinya, “Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”

Ia berharap anak-anak terhindar dari hal-hal yang dikhawatirkan.

“Semoga ibu-ibu semua menjadi sosok hebat yang dapat mendampingi masa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak hingga dewasa dengan baik,” harapnya. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments