PWMU.CO – Kegiatan Parenting Education di SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih berjalan sukses dan penuh antusiasme, (2/8/2025). Hampir seluruh wali murid hadir, mencerminkan tingginya kesadaran akan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak. Kegiatan ini sekaligus menjadi forum strategis dalam menyamakan persepsi antara rumah dan sekolah, meskipun berlangsung dalam waktu yang terbatas.
Hadir dalam acara ini jajaran tokoh penting wilayah Ngadiluwih, di antaranya perwakilan dari Camat Ngadiluwih, Kepala KUA, Pengawas SD Kecamatan Ibu Novie Anggriani SPsi pimpinan PCM–PCA Ngadiluwih, serta kepala sekolah TK mitra binaan.
Dalam sambutannya, Bapak Limsia mewakili PCM menyampaikan apresiasi kepada SD Muhammadiyah 1 (sdmutu) atas konsistensinya dalam menebar kebaikan dan menghadirkan program-program unggulan yang relevan dengan perkembangan zaman. Ibu Novie Anggriani SPsi menekankan pentingnya kolaborasi orang tua dan sekolah dalam menyukseskan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebagai pondasi pembentukan karakter unggul.
Ketua Komite yang baru, Arief menyampaikan dukungan penuh terhadap kemajuan SD Mutu. Ia juga mengapresiasi keberhasilan sekolah dalam mengantarkan 15 lulusan diterima di MTsN 2 Kota Kediri sebagai bukti nyata kualitas pembinaan yang berkelanjutan.

Kepala Sekolah, Moch Safi’i MPd menyatakan bahwa parenting adalah bagian dari strategi sekolah dalam menyamakan frekuensi dengan orang tua mengenai arah pendidikan abad ke-21.
“Sekolah dan keluarga harus bergerak bersama dalam merespons tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.
Materi utama disampaikan oleh Ustadz Hatta dengan pendekatan integratif antara nilai keislaman dan literasi teknologi. Ia menjelaskan bahwa Islam memiliki fondasi yang menjawab tantangan kehidupan modern, mulai dari filosofi angka biner, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga deep learning. Pesan utama beliau: pendidikan anak harus menyeimbangkan antara iman, akhlak, dan pemahaman teknologi.
Kegiatan parenting ini tidak hanya sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai wujud konkret sinergi untuk membentuk generasi beriman, berilmu, dan siap menghadapi tantangan global. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments