Sejak pukul 10.00 WIB, wali murid kelas VII SMP Muhammadiyah 13 Surabaya mulai berdatangan di Ballroom Kapas Krampung Plaza (KAZA). Mereka tampak antusias mengikuti agenda sosialisasi program sekolah dan parenting. Hadir sebagai narasumber parenting, Ketua PCM Mulyorejo, Najib Sulhan. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pengurus harian PCM Tambaksari dan Majelis Dikdasmen, Ahad (17/8/2025).
Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 13, Sofyanda, memaparkan branding sekolah yang telah digagas, yaitu Sekolah Ramah Bakat Berbasis Moral. Menurutnya, konsep tersebut menjadi daya tarik bagi sekolah lain untuk melakukan studi tiru di SMP Muhammadiyah 13.
“Banyak sekolah swasta di Surabaya yang datang ke SMP Muhammadiyah 13 untuk studi tiru. Ternyata setiap kali kami berbagi, Allah justru menambahkan murid baru. Pada tahun pelajaran 2025/2026 ini, kami menerima 195 murid baru yang kami bagi menjadi enam kelas. Bagi kami, berbagi tidak pernah merugikan,” jelasnya.
Sementara itu, Najib Sulhan dalam materinya bertema Remajaku, Amanat Terhebatku memberikan penguatan kepada orang tua tentang pola asuh remaja. Selama sekitar satu setengah jam, ia menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di rumah.
“Mendidik remaja berbeda dengan mendidik anak-anak. Ali bin Abi Thalib membagi usia anak dalam tiga fase. Fase pertama, usia 0–7 tahun, anak diperlakukan sebagai raja karena merupakan usia pembentukan kognitif, bahkan disebut golden age dengan 80 persen perkembangan otak terjadi di usia ini. Fase kedua, usia 8–14 tahun, anak diperlakukan sebagai tawanan perang, dengan aturan yang harus dipatuhi bersama. Fase ketiga, usia 15–21 tahun, anak diperlakukan sebagai sahabat, di mana orang tua menjadi tempat curhat dan diskusi bagi anak,” paparnya.
Untuk membantu orang tua, Najib juga memaparkan 12 langkah pendampingan remaja di rumah, yakni: memberikan contoh yang baik, menyediakan waktu untuk berdialog, mengajarkan adab, menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, memberikan kesibukan positif, menjauhkan dari perbuatan maksiat, menanamkan fardhu ain, mengembangkan minat dan bakat, memberikan reward dan punishment, melatih kepemimpinan di rumah, menjadi sahabat yang baik bagi anak, serta senantiasa mendoakan mereka.
Kegiatan sosialisasi dan parenting ini berlangsung hangat dan penuh makna. Para orang tua terlihat serius menyimak materi yang disampaikan, sekaligus mendapat bekal penting dalam mendampingi tumbuh kembang remaja mereka. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments