
PWMU.CO – SD Muhammadiyah Benjeng, Gresik sukses menyelenggarakan acara kelulusan bertajuk “Pariwara Pamitan” pada Kamis (29/5/2025). Acara ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual dan pendidikan karakter.
Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa kelas VI bersama orang tua mereka mulai memasuki Gedung SMP Muhammadiyah 8 Benjeng, tempat berlangsungnya acara wisuda. Suasana hangat dan penuh haru langsung terasa sejak awal. Wajah-wajah ceria para wisudawan memancarkan semangat dan kebanggaan, sementara gelak tawa serta kebahagiaan para orang tua menggema di seluruh kompleks Perguruan Muhammadiyah Benjeng.
Dengan tema “Bersama Mengukir Prestasi, Mewujudkan Generasi Rabbani Berakhlak Qurani,” acara ini bertujuan untuk menanamkan semangat berprestasi yang berpijak pada nilai-nilai Quran dan Hadis. Harapannya, nilai akhlakul karimah dan muhasabah diri yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal berharga dalam menghadapi jenjang kehidupan selanjutnya.
Prosesi wisuda dimulai dengan penuh khidmat. Para siswa tampil mengenakan seragam Merah Putih yang dipadukan dengan selempang kelulusan, mencerminkan semangat dan kebanggaan mereka. Penampilan para panitia Komite yang anggun dalam balutan jubah putih dan jilbab serasi, serta riasan istimewa para ustadz-ustadzah dan wali siswa, semakin menandai betapa spesialnya hari yang penuh makna ini.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Benjeng, Roudotul Jannah SPd, perwakilan Dikdasmen Benjeng, Djoko Purnomo SPd serta perwakilan guru dari SMP Muhammadiyah 8 Benjeng.
Alih-alih merayakan dengan pesta mewah, kelulusan kali ini diisi dengan tradisi sungkeman, sebuah simbol penghormatan dan permohonan maaf dari siswa kepada orang tua. Momen haru ini menjadi titik emosional yang menggugah hati seluruh hadirin.
“Tidak menuntut biaya besar, tidak harus mewah, yang penting anak-anak bahagia. Dan ini juga momen yang sakral, tidak semua sekolah melakukan hal seperti ini,” ujar salah satu wali murid, Veronika Devi Susanti.
Salah satu siswa kelas VI, Rahma Hana Safirah, mengaku terharu saat mengikuti prosesi sungkeman. Momen tersebut mengingatkannya pada jasa-jasa orang tua dan guru, serta memunculkan penyesalan atas kesalahan-kesalahan di masa lalu.
Sementara itu, Roudotul Jannah menyampaikan bahwa konsep sederhana justru memiliki makna yang lebih mendalam.
“Konsepnya sederhana, tapi penuh makna, terutama dengan adanya prosesi sungkeman. Jadi tidak membebani siswa maupun orang tua dari segi biaya,” jelasnya.

Sebagai penutup, para wisudawan mempersembahkan lagu ‘Terima Kasih’ yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan. Salah satu momen paling menyentuh adalah penampilan puisi dan lagu yang didedikasikan untuk seorang teman sekelas yang telah berpulang. Meskipun raganya telah tiada, namanya tetap hidup dalam kenangan para sahabatnya, menghadirkan suasana haru yang mendalam bagi seluruh hadirin.
Acara ini mencerminkan komitmen SD Muhammadiyah Benjeng dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kedekatan spiritual yang kuat. (*)
Penulis Nadiyah Syifa Adeliyah Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments