Pesantren Putri ‘Aisyiyah Qur’anic Boarding School (AQBS) Ponorogo memasuki rangkaian Penilaian Akhir Semester (PAS) sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran yang telah berlangsung selama kurang lebih lima hingga enam bulan.
PAS menjadi momentum penting bagi santriwati untuk mengukur capaian belajar dan menguatkan kembali nilai-nilai adab dan amanah yang ditanamkan selama proses pendidikan.
Pembukaan PAS diselenggarakan pada Senin (24/11/2025) di Aula Lantai Dua Gedung Kelas AQBS, dan diikuti oleh seluruh santriwati dari jenjang SMP hingga SMA pukul 07.30 WIB.
Dalam sambutannya, Ustadz Rifqi Ihsanu Najib, M.Pd., menegaskan bahwa ujian merupakan bagian dari cara Allah SWT untuk menguji kesungguhan dan amanah seorang penuntut ilmu.
“Penilaian Akhir Semester ini membuktikan bahwa kalian telah menjalani proses pendidikan selama lima hingga enam bulan. Ini bukan sekadar ujian sekolah, tetapi ujian yang Allah berikan untuk melihat kesungguhan kalian dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.
Beliau menekankan bahwa santriwati harus memandang ujian sebagai bagian dari perjalanan panjang dalam mendewasakan diri.
“Ujian adalah proses yang mendidik diri kalian agar semakin kuat, jujur, dan bertanggung jawab. Jalankan dengan penuh niat dan kesungguhan,” ujarnya.
Dalam nasihatnya, Ustadz Rifqi Ihsanu Najib, M.Pd., menyampaikan empat hal utama yang perlu dipersiapkan santriwati dalam menghadapi PAS:
- Niat yang Ikhlas – Innamal A‘mālu bin-Niyāt
Niat merupakan fondasi utama keberhasilan. Beliau mengingatkan agar santriwati tidak menjadikan nilai sebagai tujuan akhir.
“Panca Jiwa Pondok mengajarkan kesederhanaan dan keikhlasan. Belajar bukan hanya untuk nilai tinggi, bukan hanya demi orang tua, tapi untuk menyempurnakan diri sebagai hamba Allah. Kita diciptakan untuk beribadah kepada-Nya (Adz-Dzariyat: 56). Maka jadikan ujian ini sebagai ibadah yang sungguh-sungguh,” ujarnya. - Persiapan Ilmiah
Ustadz Rifqi mengingatkan agar santriwati menjauhi Sistem Kebut Semalam (SKS) dan menjaga kejujuran selama ujian.
“Pahami materi, jangan hanya menghafal. Ikatlah ilmu dengan menulis—Qayyidul ‘ilma bil kitābah. Tulisan membantu ilmu lebih lama tersimpan. Imam Syafi’i juga bernasihat kepada para penuntut ilmu, Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan. - Kejujuran sebagai Izzah Diri
Kejujuran menjadi nilai yang sangat dijunjung di pesantren.
“Lebih mulia mendapatkan nilai 60 dengan jujur daripada 100 dengan cara curang. Jaga izzah atau kemuliaan kalian. Jangan menukar kehormatan diri hanya karena ingin mendapatkan nilai tinggi,” ungkapnya. - Doa dan Tawakal
Setelah usaha maksimal dilakukan, hasil semua dikembalikan kepada Allah.
“Tutup usaha kalian dengan doa. Bangunlah sholat malam, adukan hajat kepada Allah. Mintalah restu orang tua dan guru. Hasil akhirnya serahkan kepada Allah, karena itulah yang terbaik dari Allah SWT.
Pembukaan PAS berlangsung dengan penuh kekhidmatan.
Para santriwati tampak bersemangat dan termotivasi untuk menjalani ujian dengan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Di akhir acara, Ustadz Rifqi kembali menegaskan bahwa ujian adalah sarana untuk mendewasakan diri dan mengukur kualitas kepribadian, bukan hanya kemampuan akademik.
“Masuklah ruang ujian dengan percaya diri karena kalian telah belajar. Keluarlah dengan lega karena kalian jujur. Kalian adalah bibit unggul, calon pemimpin umat. Jalani PAS ini dengan sungguh-sungguh,” pungkas beliau.
Dengan menata niat, menjaga kejujuran, dan bertawakal kepada Allah SWT, Penilaian Akhir Semester di AQBS Ponorogo diharapkan menjadi momen penting yang membentuk santriwati sebagai generasi Qur’ani yang cerdas, kuat, dan berkarakter mulia.(*)





Barakallah… Semoga sukses selalu dalam ujian…