Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pasangkan Mahkota ke Orang Tua, 688 Siswa Mudipat Ikuti Wisuda Tahfidh

Iklan Landscape Smamda
Pasangkan Mahkota ke Orang Tua, 688 Siswa Mudipat Ikuti Wisuda Tahfidh
pwmu.co -
Salah satu siswa Mudipat memasangkan mahkota kepada ibunya dalam Wisuda Tahfidh (Wildan/PWMU.CO)

PWMU.CO – SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat) menggelar Wisuda Tahfidh pada Ahad (27/4/2025). Dalam kegiatan yang digelar di Smamda Tower tersebut, setidaknya diikuti oleh 688 peserta yang digelar dalam dua sesi.

“Sesi pertama digelar pukul 07.30-12.00 Wib, sedangkan sesi kedua digelar pukul 12.00-17.00 Wib,” ujar Kepala SD Mudipat, Edy Susanto MPd.

Ia menuturkan bahwa peserta Wisuda Tahfidh kali ini terbagi dalam beberapa kategori. “Untuk tingkatannya yang pertama adalah menghafal surah an-Naba’ sampai ‘Abasa, kemudian yang kedua dari an-Naba’ sampai ad-Dhuha, dan yang ketiga dari an-Naba’ sampai al-Qari’ah,” jelas Edy.

Selain itu, sambungnya, ada level mumtaz yang kategorinya lebih tinggi. “Level mumtaz 1 siswa-siswi menghafal juz 30, mumtaz 2 ditambah 3 surat atau lebih, dan yang paling tinggi mumtaz 3 menghafalkan juz 30 dengan 1 juz pilihan, bisa ambil juz awal, akhir, atau bahkan tengah-tengah,” terangnya.

Edy mengungkapkan bahwa Wisuda Tahfidh ini termasuk rangkaian dari kegiatan Munaqosyah. “Wisuda Tahfidh ini menjadi penutup kegiatan Munaqosyah Tahfidh yang sudah berlangsung selama 6 hari. Prosesinya siswa-siswi naik ke atas panggung, menerima sertifikat dan bersalaman dengan kepala sekolah, kemudian turun dari panggung dan memasangkan mahkota kepada orang tuanya,” ujarnya.

Prosesi Wisuda Tahfidh SD Mudipat (Wildan/PWMU.CO)

Komentar Orang Tua

Amelia, ibunda dari Rayandra Muhammad Ghaizan yang diwisuda dengan level Mumtaz 2, menyatakan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, saya cukup speechless, tidak menyangka Izan bisa mencapai level Mumtaz 2, padahal kami menargetkan hanya sampai Mumtaz 1,” ungkapnya.

Ia menceritakan bagaimana Ghaizan dengan semangat menghafalkan al-Quran ketika di rumah. “Jadi kami sebagai orang tua membantu anak-anak untuk menghafal. Setelah Maghrib biasanya kami akan muraja’ah, kemudian ketika shalat juga Izan membaca surat-surat yang dihafalkan. Alhamdulillah, Izan juga gigih dan semangat ingin menambah hafalannya,” terang Amelia.

“Ya, Alhamdulillah juga ibu guru pembina Izan sangat membantu dalam hafalan dan muraja’ahnya,” tambahnya. (*)

Penulis Wildan Nanda Rahmatullah Editor Muhammad Tanwirul Huda

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu