Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PAUD Dasmen PCA Mulyorejo Gelar Pembinaan Guru

Iklan Landscape Smamda
PAUD Dasmen PCA Mulyorejo Gelar Pembinaan Guru
pwmu.co -
Pembinaan guru oleh PAUD Dasmen PCA Mulyorejo. (Istimewa/PWMU.CO)
Pembinaan guru oleh PAUD Dasmen PCA Mulyorejo. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – PAUD Dasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah Mulyorejo menggelar pembinaan guru PAUD dan TK. Empat TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) yang dibina di antaranya TK ABA 6 Mulyorejo, TK ABA 47 Kalijudan, TK ABA 52 Tempurejo, dan TK ABA 72 Manyar Sabrangan. Sejak pukul 13.00 sampai 15.30 para guru mengikuti pembinaan penuh antusias, Kamis, (06/02/2025).

Ketua Majelis PAUD Dasmen, Ibu Miftahul Jannah mengawali sambutan.

“Semoga dengan pembinaan ini, secara kualitas maupun kuantitas, TK ABA yang ada di PCA Mulyorejo bertambah baik,” tuturnya.

Sementar itu Ibu Zaenab Nailiyah selaku Ketua PCA Mulyorejo dalam sambutannya berharap ada sinergi antar 4 TK yang dipimpinnya.

“Sekarang bukan era persaingan, yang dibutuhkan adalah era kolaborasi dan bersinergi. Bukan maju sendiri-sendiri, tetapi maju bersama,” tambahnya.

Pembinaan Guru

Pembinaan guru PAUD dan TK kali ini disampaikan oleh Ketua PCM Mulyorejo, yang saat ini juga sebagai Head of Alazka Training Center (ATC) Surabaya. Tema yang diangkat pada pembinaan kali ini adalah “Guru yang Berhati Guru”.

Pembinaan guru oleh PAUD Dasmen PCA Mulyorejo. (Istimewa/PWMU.CO)
Pembinaan guru oleh PAUD Dasmen PCA Mulyorejo. (Istimewa/PWMU.CO)

Untuk mengawali materi, beliau mengutip tulisan dari KH Abdullah Sukri Zarkasyi, Ath-Thoriqoh ahammu minal maddi. Wal mudarris ahammu minath-thoriqoh. Wa ruhul mudarris ahammu minal mudarris binafsih artinya, “Strategi pembelajaran lebih penting dari materi pelajaran. Guru lebih penting dari strategi pembelajaran. Dan ruh guru lebih penting dari guru itu sendiri.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Bukan hanya sosok guru yang dibutuhkan bagi murid. Guru harus hadir bersama ruh sorang guru. Inilah yang dimaksud dengan Guru yang Berhati Guru,” paparnya singkat.

Ia melanjutkan, untuk menjadi guru yang berhati guru, ada tangga yang bisa dilalui. Pertama, sebagai guru pekerja, harus mau bekerja, meskipun inisiatif masih kurang dan asyik di zona nyaman, tetap bekerja keras. Meningkat lagi guru profesional, punya keahlian profesi, senang tantangan baru. Bisa ditambah menjadi guru perancang, tidak hanya punya kualitas pembelajaran, tetapi memiliki banyak ide untuk membuat rancangan baru. Tidak kalah penting, sebagai guru pemilik, yang merasa bertanggung jawab atas apa yang dilakukan di lembaga itu. Merasa ikut memiliki.

Bagi Najib Sulhan, guru yang berhati guru memiliki beberapa kriteria. Mampu mengubah mindset. Dari to have ke to be, dari berfikir negatif ke positif, dari suka mengeluh ke tangguh, dan dari meminta ke memberi.

Guru berhati guru juga memiliki daya magnet. Selain menarik secara dhohiriyah, juga menyenangkan. Mampu berkomunikasi yang efektif dan menghargai. Memiliki branding untuk tetap bisa menjaga kualitas diri seorang guru. Juga menyukai kerjasama yang positif. (*)

Penulis Rozana Hana Muthi’ah Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu