Pawai Budaya Muhammadiyah Kota Batu sukses digelar dengan meriah pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini melibatkan sekitar 2.500 guru dan siswa dari seluruh sekolah Muhammadiyah se-Kota Batu.
Gelaran tersebut mengangkat potensi daerah sebagai Kota Agropolitan penghasil sayur dan buah, sekaligus selaras dengan tema Milad ke-113 Muhammadiyah, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.”
Pawai dimulai pukul 08.00 WIB dan diberangkatkan langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu, Tsalis Rifai, ST., dari depan Kampus SMK Muhammadiyah 1 Batu, Jalan Sutan Hasan Halim.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema pawai “Menjunjung Hasil Tani, Meraih Kesejahteraan Kota Batu” merupakan komitmen Muhammadiyah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Kota Batu diberkahi tanah subur dan masyarakat pekerja keras. Jika potensi pertanian ini dijaga dan dikelola dengan baik, maka kesejahteraan lahir dan batin dapat kita raih bersama. Pawai ini bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk merawat alam, budaya, dan nilai spiritual kita,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong dan etos kebaikan sebagai dasar membangun kesejahteraan Kota Batu secara berkelanjutan.
Peserta pawai berasal dari SD Muhammadiyah 4 Batu, SD Muhammadiyah 5 Bumiaji, SMP Muhammadiyah 2 Batu, SMP Muhammadiyah 8 Batu, SMK Muhammadiyah 1 Batu, dan SMA Muhammadiyah 3 Batu.
Adapun rute yang dilalui meliputi Jalan Sutan Hasan Halim, Jalan Arjuno Kaliputih, Jalan Semeru menuju Alun-Alun Kota Batu, dan berakhir di Masjid At-Taqwa melalui Jalan Diponegoro.
Setiap rombongan menampilkan kreasi seni budaya dan membawa gunungan berisi sayur serta buah segar hasil pertanian Kota Batu sebagai simbol kekayaan agraris daerah. Selain itu, peserta turut menyajikan kesenian karawitan dan tari-tarian daerah yang mencerminkan pelestarian budaya lokal oleh generasi muda.
Masyarakat tampak antusias menyambut pawai di sepanjang rute. Suasana penuh kegembiraan semakin terasa saat warga turut meminta dan menerima hasil bumi dari gunungan sebagai bentuk kedekatan dan kebersamaan.
Pada puncak kegiatan, seluruh gunungan dibagikan kepada warga sekitar Masjid At-Taqwa yang membutuhkan. Tindakan berbagi ini menjadi penutup penuh makna, menegaskan bahwa memajukan kesejahteraan bangsa berarti menghadirkan kemakmuran yang merata serta berkeadilan bagi semua.






0 Tanggapan
Empty Comments