
PWMU.CO – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan melalui Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) menggelar Pelatihan Teknis Sembelih Halal pada Jumat (30/5/2025) di Aula Perguruan Muhammadiyah Godog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Juru Sembelih Halal (Juleha) Lamongan dan diikuti oleh kader-kader IMM dari berbagai komisariat se-Kabupaten Lamongan.
Pelatihan ini digelar sebagai bentuk pembekalan teknis sekaligus penguatan peran kader IMM sebagai pelayan umat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Tim Juleha Lamongan hadir sebagai pemateri utama. Mereka menyampaikan materi teknis penyembelihan hewan sesuai syariat Islam, mulai dari syarat-syarat penyembelih, tata cara penyembelihan yang sah, hingga praktik langsung dengan alat peraga.
Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman PC IMM Lamongan, Alfain Jalaluddin Ramadlan menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk dakwah praktis yang sangat dibutuhkan umat.
“Kader IMM harus siap turun langsung ke masyarakat. Tak hanya ceramah di podium, tapi juga punya keterampilan yang dibutuhkan umat, termasuk menjadi juru sembelih halal yang sah dan terpercaya,” jelasnya.
Wujudkan Kader Siap Pakai di Lapangan
Menurut Alfain, banyak anak muda sebenarnya sudah paham teori sembelih halal, tapi belum berani praktik karena minim pengalaman dan bimbingan teknis.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menghapus keraguan itu. Dengan bimbingan dari praktisi berpengalaman, kader IMM akan percaya diri dan siap diterjunkan kapan pun masyarakat membutuhkan,” tambahnya.
Respons Positif dan Antusiasme Peserta
Peserta yang berasal dari berbagai komisariat IMM di Lamongan tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka tidak hanya mencatat teori, tetapi juga aktif bertanya dan ikut praktik langsung dalam simulasi penyembelihan.
Ketua Umum PC IMM Lamongan, Alexi Candra Putra Kasan Nova mengatakan bahwa kegiatan ini bagian dari ikhtiar mencetak kader pelayan umat yang utuh.
“Sembelih halal bukan hanya soal teknis, tapi bagian dari ibadah. Maka kader IMM harus memahaminya secara syar’i dan mampu melaksanakannya dengan benar,” ujarnya.
Dengan pelatihan ini, para kader diharapkan siap menjadi mitra masyarakat saat Hari Raya Kurban nanti. Baik di masjid, mushala, pondok pesantren, maupun lingkungan rumah masing-masing.
“Semoga kader IMM yang ikut pelatihan ini bisa mengamalkan ilmunya di momen Idul Adha, sekaligus menjadi bagian dari syiar dakwah IMM di tengah umat,” pungkas Alfain. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan







0 Tanggapan
Empty Comments