Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PC IMM Lamongan Gembleng Mubaligh, Tarjih Jadi Kompas Dakwah

Iklan Landscape Smamda
PC IMM Lamongan Gembleng Mubaligh, Tarjih Jadi Kompas Dakwah
Dian Berkah berpose bersama dengan peserta PM3. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan sukses menyelenggarakan Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (PM3) selama dua hari, Sabtu-Ahad (27–28/12/2025), bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen PC IMM Lamongan dalam menyiapkan generasi mubaligh muda yang berideologi kuat dan adaptif terhadap tantangan dakwah di era modern. Di tengah kompleksitas masyarakat majemuk dan tantangan Revolusi Industri 5.0, IMM memandang penting kaderisasi mubaligh yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam pemahaman ideologi Muhammadiyah.

Sebagai gerakan Islam modernis yang berdiri sejak 1912, Muhammadiyah memiliki pijakan ideologis yang kuat berbasis Al-Qur’an dan As-Sunnah. Melalui penggemblengan mubaligh muda, PC IMM Lamongan berupaya melahirkan kader dakwah yang mampu merespons persoalan sosial-keagamaan secara progresif, berkemajuan, dan bertanggung jawab, sekaligus berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, anggota DPRD Kabupaten Lamongan, Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) DPD IMM Jawa Timur, serta perwakilan Organisasi Otonom Muhammadiyah tingkat daerah dan cabang Babat.

Kurikulum PM3 dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan dan peluang dakwah Muhammadiyah di era 5.0. Dengan dukungan LDK PP Muhammadiyah, pelatihan ini diharapkan mampu menyiapkan mubaligh muda yang memiliki kesiapan ideologis, metodologis, dan praksis dakwah ke depan.

Materi pertama bertajuk “Tarjih sebagai Kompas Dakwah” disampaikan oleh Dr. Dian Berkah, M.H.I., dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya sekaligus Founder Waris Center. Ia menegaskan bahwa Tarjih Muhammadiyah memiliki peran sentral sebagai kompas utama bagi mubaligh Mahasiswa dalam menyampaikan dakwah.

Menurutnya, Tarjih tidak sekadar metodologi penetapan hukum Islam, tetapi juga fondasi ideologis yang menuntun arah gerak dakwah Muhammadiyah. Dengan pendekatan ilmiah dan keagamaan, Tarjih memastikan bahwa dakwah tetap berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.

Ia mencontohkan implementasi Tarjih dalam praktik keagamaan, seperti penetapan kriteria awal waktu Subuh yang berubah dari minus 20 derajat menjadi minus 18 derajat melalui Muktamar Nasional Tarjih XXXI.

Perubahan ini berdampak pada mundurnya waktu Subuh sekitar delapan menit, sekaligus menunjukkan bagaimana Tarjih memberikan panduan konkret dan kontekstual dalam kehidupan beragama.

Dalam sesi penutupan, Nihayatunnajah, delegasi IMM Gresik, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PM3. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan peserta yang lebih luas.

Pimpinan PC IMM Lamongan menaruh harapan besar kepada para mubaligh muda yang telah mengikuti pelatihan ini. Dengan pembekalan ideologi Tarjih dan pemahaman keislaman yang komprehensif, para kader diharapkan mampu menjadi garda terdepan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, responsif terhadap dinamika sosial, dan berkemajuan.

Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah ini menjadi langkah strategis bagi keberlanjutan dakwah Muhammadiyah di Lamongan dan sekitarnya. Dengan Tarjih sebagai kompas utama, IMM berupaya memastikan dakwah yang disampaikan tetap murni, kontekstual, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat dan peradaban bangsa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu