Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan sukses menyelenggarakan kegiatan Diksuswati 1 (Diskusi Immawati) pada Sabtu-Minggu (07–08/02/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 2 Paciran dan menjadi ruang konsolidasi serta penguatan kapasitas perempuan IMM dalam memahami isu-isu keperempuanan.
Diksuswati I terhadiri oleh 21 peserta dari berbagai komisariat IMM. Tidak hanya dari IMM se-Lamongan, kegiatan ini juga dihadiri oleh peserta dari IMM Bojonegoro dan IMM Sidoarjo.
Isu Bersama
Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menunjukkan bahwa isu perempuan merupakan isu bersama yang membutuhkan perhatian dan perjuangan kolektif lintas wilayah.
Kegiatan ini berfokus pada pembahasan isu perempuan, khususnya mengenai budaya patriarki yang masih mengakar kuat di masyarakat.
Sebagai informasi, patriarki dipandang sebagai sistem yang membatasi ruang gerak perempuan dan menempatkan mereka pada posisi yang tidak setara dengan laki-laki.
Melalui Diksuswati I, peserta diajak untuk memahami bahwa patriarki merupakan sistem yang perlu dikritisi dan dihapuskan.
Pasalnya, perempuan memiliki hak, peran, dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan. Baik di ranah sosial, pendidikan, maupun gerakan.
Antusiasme Peserta
Selama dua hari pelaksanaan, Diksuswati I menyajikan enam materi utama yang disampaikan oleh pemateri-pemateri hebat dan berkompeten di bidangnya.
Kegiatan ini juga didampingi oleh instruktur yang tidak kalah luar biasa, sehingga proses penyampaian materi dan diskusi berjalan secara interaktif, komunikatif, dan mendalam.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Peserta aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta mengaitkan materi dengan realitas yang mereka hadapi. Salah satu peserta, Immawati Anggun, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan ini.
“Sebenarnya saya tidak terlalu berminat mengikuti kegiatan ini. Namun karena materi yang disampaikan membahas patriarki dan cara penyampaian pemateri juga baik serta mampu mengajak peserta berdialog, saya justru menjadi bersemangat dan sangat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir” ujarnya.
Melalui Diksuswati I ini, PC IMM Lamongan berharap dapat melahirkan Immawati yang memiliki kesadaran kritis, keberanian berpikir, serta komitmen untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender dalam gerakan IMM maupun masyarakat luas.






0 Tanggapan
Empty Comments