Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Driyorejo kembali menunjukkan kekompakan dan kreativitasnya dengan menghadirkan hidangan istimewa dalam agenda kebersamaan PCM–PCA Driyorejo, Lazismu, serta PRM–PRA GKB 2, Ahad (18/1/2026). Dua menu andalan yang disuguhkan adalah tumis pare udang dan gule kepala sapi yang dimasak selama hampir 21 jam sebelum siap disantap para tamu.
Meski udara sejuk menyelimuti kawasan Kota Baru Driyorejo, semangat tim dapur PCA Driyorejo tetap menyala. Sejak pagi hari, para kader Aisyiyah telah bersiap memastikan seluruh hidangan tersaji tepat pukul 08.00 WIB di ruang makan yang telah disiapkan panitia.
Kegiatan kajian pra-Ramadan dan pembagian sembako dhuafa bersama PRM–PRA GKB 2, PCM–PCA Driyorejo, dan Lazismu berlangsung di Masjid Nur Hidayah, Kota Baru Driyorejo, Gresik. Acara dipandu oleh Rio, siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo (Spemia), yang tampil percaya diri sebagai MC dengan jas kuning khas IPM.
Proses panjang di balik kelezatan gule kepala sapi menjadi cerita menarik tersendiri. Ketua panitia, Suyatiningsih, menjelaskan bahwa persiapan dimulai sejak malam sebelumnya.
“Kepala sapi direbus berkali-kali hingga teksturnya lembut dan bumbu meresap sempurna. Kuah gule dibuat dari rempah pilihan seperti kunyit, ketumbar, kayu manis, dan jintan, sehingga aromanya sangat menggugah selera,” jelasnya.
Setelah melalui proses memasak hampir 21 jam, gule kepala sapi akhirnya siap disajikan.
“Alhamdulillah, rasa dan teksturnya sesuai harapan. Kikilnya empuk, tinggal ditambahkan bawang goreng sebagai pelengkap,” imbuhnya sambil tersenyum.
Sementara itu, tumis pare udang menjadi sajian pendamping yang tak kalah istimewa. Untuk menghilangkan rasa pahit pare, para kader ‘Aisyiyah menerapkan teknik khusus mulai dari perendaman hingga penumisan. Udang segar yang dipadukan dengan bawang merah, bawang putih, dan cabai menjadikan menu sederhana ini terasa lezat.
“Tidak ada rasa pahit sama sekali. Udang kecil kami tambahkan agar tumisan semakin nikmat,” ujar Umi Umronifa, salah satu kader PCA Driyorejo.
Selain dua menu utama tersebut, PCA Driyorejo juga menyajikan beragam hidangan lain seperti capcay, udang krispi, gurami asam manis, sambal, kerupuk, dan buah.
Nur Chasanah, A.Md., Pauddasmen PCA Driyorejo, menyampaikan bahwa panitia menyiapkan sekitar 7 kilogram nasi putih untuk 21 tamu dari PRM–PRA GKB 2 dan tim Lazismu.
Tak sekadar menyajikan makanan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar-kader, simpatisan, dan masyarakat sekitar. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak pagi hingga acara berakhir.
Ketua PCA Driyorejo, Yayuk Amiatun, mengapresiasi kerja sama seluruh kader yang terlibat. Menurutnya, hidangan yang disajikan bukan hanya soal rasa, tetapi simbol kebersamaan dan pengabdian.
“Masakan ini adalah wujud pelayanan dan kekompakan kader Aisyiyah. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkuat organisasi sekaligus menunjukkan peran Aisyiyah di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Para tamu tidak hanya menikmati sajian lezat, tetapi juga membawa pulang kesan mendalam tentang kuatnya kolaborasi kader perempuan Muhammadiyah di Driyorejo. Dengan semangat kebersamaan dan melayani, PCA Driyorejo kembali membuktikan bahwa setiap kegiatan selalu menghadirkan manfaat dan keberkahan.
Penulis: Elisyah Susanty






0 Tanggapan
Empty Comments