Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kebomas menggelar Pengajian Jum’at Siang pada Jumat (3/4/2026) di Rumah Tahfidz ‘Aisyiyah Kebomas. Acara mengangkat tema “Menjaga Akhlaq Sesudah Ramadan” dengan menghadirkan pemateri Nur Hidajati, S.H., M.Pd., Wakil Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Gresik dari Majelis Kesejahteraan Sosial serta Majelis Hukum dan HAM.
Pengajian dihadiri sekitar seratus ibu-ibu ‘Aisyiyah PCA Kebomas dan berlangsung dengan khidmat. Usai pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan Halalbihalal sesama peserta.
Ketua PCA Kebomas, Dra. Muassomah, dalam sambutannya menyampaikan “Taqobbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim.” Ia juga mewakili jajaran PCA Kebomas untuk memohon maaf atas segala kekhilafan, baik dalam ucapan maupun tindakan.
Pesan Tauṣiyah: Menjaga Akhlaq Bak Merawat Bangunan
Dalam materi pengajiannya, Nur Hidajati mengapresiasi semangat para ibu-ibu PCA Kebomas yang tetap antusias menghadiri pengajian meski cuaca panas dan berlangsung pada jam istirahat siang. Ia menggambarkan menjaga akhlaq pasca Ramadan seperti merawat bangunan yang telah berdiri: harus terus dipelihara agar tetap kokoh.
Ia menekankan pentingnya mempertahankan amal-amal selama Ramadan—mulai dari puasa, qiyamullail, tarawih, infak dan sedekah, hingga zakat fitrah dan zakat maal. Menurutnya, semua ibadah tersebut merupakan bekal untuk menjaga ketakwaan.
Mengutip QS. Al-Baqarah ayat 183, ia menegaskan bahwa yang diajak berpuasa adalah “orang-orang yang beriman”, yakni golongan pilihan.
Halal Bihalal sebagai Budaya Baik
Nur Hidajati juga mengajak warga ‘Aisyiyah untuk tidak merayakan Idul Fitri secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa Halal Bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang tidak terdapat dalam sunnah, namun tetap mengandung nilai kebaikan karena menjadi sarana silaturahmi.
Ia memahami kebiasaan para ibu saat hari raya—membeli baju baru, mempercantik rumah, menyiapkan aneka hidangan—namun mengingatkan agar tidak menjadikan momen itu sebagai ajang ria atau pamer. Halal Bihalal harus dijaga agar tetap sarat makna, bukan sekadar simbol kemeriahan.
Ia mengutip hadis Nabi:
“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi.” (HR Bukhari Muslim)
Menutup pengajian, Nur Hidajati mengajak seluruh hadirin untuk terus ikhlas dan istiqomah dalam beribadah hingga bertemu kembali dengan Ramadan berikutnya. Ia juga mengingatkan agar menjaga kesucian Al-Qur’an sebagai sumber akhlaq Rasulullah.
Ia menutup dengan kutipan QS. Al-Hujurat ayat 13 tentang pentingnya saling mengenal dan menjunjung ketakwaan sebagai kemuliaan tertinggi di sisi Allah. Acara kemudian dilanjutkan dengan Halalbihalal (saling bersalaman), foto bersama, dan menikmati hidangan bakso hangat yang telah disiapkan panitia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments