
PWMU.CO – Tradisi pemotongan hewan kurban di Yaman umumnya dilakukan secara individu. Mulai dari proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban, semua dilakukan oleh shohibul kurban secara mandiri.
Hal ini berbeda dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang biasa melaksanakan kurban secara kolektif.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Yaman, Lukmanul Hakim, Sabtu (7/6/2025).
Ia menjelaskan dua pola teknis yang lazim dilakukan di Yaman: pertama, menyembelih hewan kurban di rumah masing-masing; dan kedua, menyerahkan hewan kurban ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) untuk kemudian dagingnya dibagikan sendiri oleh shohibul kurban.
“Tradisi ini sudah berlangsung cukup lama dan diwariskan secara turun temurun. Faktor demografi juga turut mempengaruhi,” ungkapnya.
Misi Dakwah Kolektivitas
Lukmanul mengatakan, kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kader PCIM Yaman untuk memperkenalkan semangat kolektivitas dalam pelaksanaan kurban, sebagaimana yang biasa dilakukan di Indonesia.
“Ini bagian dari misi dakwah PCIM Yaman yang sudah berjalan hampir enam tahun. Kami berupaya mengenalkan praktik kurban kolektif sebagai ajang pemersatu dan kerja sama antarwarga,” jelasnya di kutip dalam laman Muhammadiyah.or.id
Selain itu, momen kurban ini juga dijadikan sarana edukasi kepada para pelajar mengenai tata cara pemotongan hewan sesuai syariat Islam.
Kolaborasi dan Penanaman Nilai Persaudaraan
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, PCIM Yaman bekerja sama dengan lembaga pendidikan Markaz Tarbiyyatul Ajyal. Kegiatan berlangsung Jumat (6/6/2025), setelah para pelajar mendapatkan pelatihan fikih kurban dan praktik penyembelihan yang melibatkan Juru Sembelih Halal (JULEHA).
Sebanyak 17 ekor kambing disembelih dalam program ini. Beberapa di antaranya merupakan bantuan dari shohibul kurban di Indonesia, lembaga-lembaga kemanusiaan, serta PCIM Amerika. Daging kurban kemudian dibagikan ke sejumlah titik lokasi pengungsian.
Lukmanul menambahkan, program ini akan terus berjalan secara dinamis, dengan menyasar berbagai lembaga pendidikan berbeda setiap tahunnya.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi penguat ukhuwah dan mempererat persaudaraan sesama muslim di Yaman,” pungkasnya. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan





0 Tanggapan
Empty Comments