Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PCM Babat Tampilkan Model Pembinaan Jamaah Komprehensif di Kongres CRM Award VI

Iklan Landscape Smamda
PCM Babat Tampilkan Model Pembinaan Jamaah Komprehensif di Kongres CRM Award VI
Arif Rahman Saidi saat mempresentasikan di Kongres CRM Award VI di Banjarmasin. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat, Arif Rahman Saidi, mempresentasikan profil serta capaian PCM Babat pada ajang Kongres CRM Award VI kategori Best of the Best yang digelar di halaman Masjid Al Jihad Banjarmasin, Jumat (14/11/2025).

Dalam paparannya, Arif menjelaskan bahwa Babat merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang menjadi kota kecamatan terbesar kedua serta memiliki posisi strategis di persimpangan jalur Surabaya, Bojonegoro, Jombang, dan Tuban.

Sejak masa Majapahit, Babat telah dikenal sebagai kawasan penting karena aliran Sungai Bengawan Solo yang menjadi jalur perekonomian utama. Jejak sejarahnya masih terlihat dari bangunan tua peninggalan kolonial Belanda yang berdiri sejak awal tahun 1900-an.

Babat juga dikenal dengan julukan Kota Wingko, sebab sejak awal abad ke-20 berbagai industri makanan khas seperti Wingko Babat, jenang, kerupuk ketela, dan beragam produk kuliner UMKM telah berkembang pesat, dipelopori oleh masyarakat termasuk etnis Tionghoa pada masa itu.

Secara geografis, Babat terdiri dari dua kelurahan, dua puluh satu desa, dan empat puluh tujuh dusun dengan total luas wilayah sekitar 6.375 hektare. Mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan pedagang.

Dalam konteks persyarikatan, PCM Babat memiliki aset serta jaringan amal usaha yang kuat. Jumlah anggota mencapai sekitar dua belas ribu orang dengan didukung BTM Mulia yang memiliki tiga anak cabang, PT MAS Cerah, serta sistem perparkiran yang dikelola secara modern.

Selain itu, terdapat seratus dua puluh tujuh bidang tanah hak milik dan wakaf yang tersebar di berbagai ranting. PCM Babat membawahi dua puluh tiga ranting Muhammadiyah, dua puluh empat masjid, dua puluh lima musholla, dua puluh tiga TPQ, dua Madrasah Diniyah, dan dua panti asuhan.

Di sektor sosial dan layanan publik, PCM Babat mengelola satu gedung serbaguna, satu kawasan perumahan, serta dua rumah sakit. Sementara di bidang pendidikan terdapat empat belas TK, empat belas Playgroup, satu SPS, satu TPA, dua SD, enam MI, dua SMP, satu SMA, satu SMK, serta dua pondok pesantren.

Arif menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin bukan diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari kemampuan organisasi untuk tetap berjalan bahkan semakin baik setelah masa kepemimpinannya berakhir.

Menurutnya, pemimpin yang sukses bukan sekadar meninggalkan jejak program, tetapi mewariskan keberlanjutan. Ia menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan hanya dapat berlangsung baik apabila sistem, aturan, SOP, dan seluruh infrastruktur organisasi disiapkan secara matang, disertai pembangunan budaya persyarikatan yang luhur dan menggembirakan, serta penyiapan kader penggerak yang dilakukan secara terencana.

PCM Babat membangun sistem organisasi yang andal melalui struktur kepemimpinan yang memiliki hubungan baik dengan amal usaha, ortom, serta seluruh tingkatan warga Muhammadiyah.

Pengelolaan keuangan dilakukan secara rapi dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Pimpinan juga berupaya membangun iklim organisasi yang nyaman dan menyenangkan, baik di lingkungan persyarikatan maupun AUM, agar setiap warga merasakan kebermanfaatan dalam gerakan ini.

Dalam hal kaderisasi, Arif menekankan bahwa kader tidak muncul begitu saja, tetapi dibentuk melalui empat jalur yang meliputi karyawan AUM, organisasi otonom, ranting, dan keluarga.

Implementasi kaderisasi dilakukan melalui rekrutmen karyawan AUM, pembinaan ideologi lewat kajian rutin seperti AIK, PHIWM, tauhid, dan tafsir, serta evaluasi kinerja melalui masa percobaan, jenjang karier, hingga promosi.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam melestarikan jamaah karena regenerasi tidak dapat dipisahkan dari proses kaderisasi yang berkelanjutan.

PCM Babat juga memperkuat sinergi antara pimpinan cabang, ranting, dan AUM agar seluruh unsur bergerak terpadu. Melalui rapat kerja dan musyawarah, PCM terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi sehingga mampu melayani anggota dan masyarakat secara optimal.

Arif menutup paparannya dengan menegaskan bahwa PCM Babat telah menghadirkan model pembinaan jamaah yang komprehensif, tidak hanya pada aspek keagamaan, tetapi juga pengembangan pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan penguatan kelembagaan organisasi.

Ia menyampaikan bahwa PCM Babat selalu memberi ruang luas bagi kader muda untuk berkembang, sehingga keberhasilan ini layak menjadi contoh bagi cabang-cabang Muhammadiyah lainnya dalam menjaga keberlanjutan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah tantangan zaman. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu