
PWMU.CO – Pengajian rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanggeneng kembali digelar dengan penuh khidmat pada hari Jumat Kliwon (27/06/2025). Kegiatan tersebut bertempat di Pimpinan Ranting Muhammadiyah Latukan.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 450 kader Muhammadiyah dari berbagai ranting se-Cabang Karanggeneng, serta turut dihadiri jajaran Pemerintah Desa Latukan. Pengajian ini menjadi agenda penting dalam menyemarakkan awal tahun baru Hijriyah 1447 H, sekaligus sebagai wahana silaturahmi dan penguatan ideologi kader Muhammadiyah di wilayah Karanggeneng.
Dalam sambutan Ketua PCM Karanggeneng, Sastro Harjo MPd menyampaikan pentingnya menjadikan tahun baru Hijriyah sebagai titik tolak untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala aspek, baik spiritual, sosial, maupun intelektual.
Kepribadian Mulia

Acara semakin khusyuk dengan hadirnya narasumber utama, yakni Bapak Drs H Shodikin MPd Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema “Inner Beauty: Kecantikan dari Dalam Diri”.
Menurut beliau, inner beauty adalah kunci utama membentuk kepribadian yang mulia.
“Inner beauty tidak hanya soal akhlak, tetapi juga tentang membangun hati yang ikhlas menerima takdir Allah, menjadi pribadi yang pemaaf, peka terhadap kondisi sosial di sekitar, mengemban pekerjaan secara profesional, serta membiasakan diri dengan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Inner Beauty ini harus selalu dijunjung dalam kehidupan terutama dalam ber-Muhammadiyah, agar hati selalu damai dan selamat.
Menutup tausiyahnya, Shodikin menyampaikan pesan khusus yang penuh makna kepada Kepala Desa Latukan. Dengan nada haru dan tegas beliau berpesan.
“Aku titipkan Muhammadiyah kepadamu,” Pesan tersebut menjadi penegasan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan gerakan dakwah Muhammadiyah dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
Pengajian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar peserta, menambah erat ukhuwah dan kebersamaan dalam bingkai dakwah yang mencerahkan. Pengajian rutin ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah di Karanggeneng tidak hanya hidup secara struktural, tetapi juga tumbuh secara kultural, menyatu dengan masyarakat, bergerak bersama umat, dan berkhidmat untuk negeri. (*)
Penulis Umami Wahyu Ningsih Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments