
PWMU.CO – Masih langkanya pemahaman merobohkan sapi kurban, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krian Sidoarjo menyelenggarakan pelatihan tehnik merobohkan sapi qurban, Kamis, (29/05/2025). Lebih dari 50 peserta yang yang berasal dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se wilayah Krian dan lima AUM, berkumpul di SMK Pemuda yang berlokasi di Kemasan Krian.
Dari lima puluh peserta ini diangkut dengan 6 armada milik AUM PCM Krian, diantaranya milik SMK Pemuda, SMPM 6, SDM 1 (Sakri), SDM-2 (Mukrida). Turut hadir pada agenda ini antara lain Emil Mukhtar Ketua PCM Krian, Ahmad Yusak Bendahara, Nurcholis wakil ketua bidang Tabligh, Arief Murianto Wakil Ketua MPKU, Sarwo Edi Wakil ketua Bidang Kader.
Desa Ganggang Panjang, Tanggulangin, Sidoarjo, tidak butuh waktu lama, hanya sekitar 30 menit telah sampai di lokasi. Papan nama Kandang Qurban Sidoarjo, terpampang di depan rumah induk. Para peserta diarahkan menuju lokasi melalui lorong yang menghubungkan antara rumah induk dan kandang
Berbagai makanan kecil telah tersaji di atas meja yang terbuat dari galar (meja berbahan baku bambu).
“Selamat datang di kandang qurban Sidoarjo,” sambut Jasmuri pemilik kandang
Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa kandang qurban ini berdiri pada tahun 2016. Disamping menyediakan ternak qurban juga menyediakan Pelatihan merobohkan ternak qurban. Mantan guru SMP Muhammadiyah Sepanjang ini meminta Zainal Arifin memandu cara merobohkan sapi.
“Sebelum dirobohkan, pastikan tali keluh (tali pengikat hidung) dipegang erat. Usahakan tangan menempel hidung/mulut sapi, supaya sapi mau jinak,” tegas Zaenal panggilan akrab Zainul Arifin.
Tutorial Merobohkan Sapi Qurban
Tidak berlalu lama, dia menunjukkan tutorial merobohkan sapi qurban dengan mudah.
Ikat kuat-kuat salah satu kaki baik depan maupun belakang, kalau kaki depan sebelah kiri,maka kaki belakang juga sebelah kiri, begitu sebaliknya. Setelah dipastikan masing-masing tali sudah kuat, selanjutnya ikatan tali pengikat pada pohon atau tempat ikatan yang disiapkan.
“Sebaiknya antar pepetkan kaki dengan pohon,” selanya
Kemudian, katanya lagi, posisi kepala sapi diangkat tinggi-tinggi kemudian kepala tarik kuat-kuat dan (diongkek) kearah kaki yang diikat, kemudian “Bruukkkk….!” Maka sapi akan roboh talnpa tanpa perlawanan. Setelah roboh, cepat-cepat pegang ekornya, kemudian satukan dengan tali keluh pada didungnya.
“Kelemahan dan kesetimbangan sapi itu pada ekornya. Kalau ekar dibeginikan, sapi tidak akan bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.
Ia menmabahkan, setelah sapi roboh, tarik kaki yang tidak diikat ke arah depan, kemudian jepit dengan kedua kaki depan, kemudian ikat kuat-kuat.
“Lha, kaki satunya gak diikat, nggeh?” celetuk salah seorang peserta.
“Boleh diikat, boleh juga tidak. Karena sapi kalau sudah posisi seperti ini tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi untuk keamanan tetap diikat disatukan dengan posisi paling bawah” Jelasnya
Para peserta seolah tidak mau ketinggalan moment proses perobohkan sapi. Mereka sangat antusias dan tidak sedikit yang bertanya juga mengabadikan dengan kamera ponselnya.
“Gampang, ya. Ternyata tidak sesulit yang kita bayangkan,” tutur salah seorang peserta.
Setelah semua proses teknik merobohkan sudah sapi sudah selesai, maka saat para peserta langsung praktek. Kelompok yang memberanikan diri mencoba adalah utusan dari masjid Sabilil haq dari PRM Sidomojo. Mereka adalah Huda, Rahman, Fikri, dan Wawan. Mereka adalah utusan yang rata-rata masih muda dan berani.
“Awas, posisi kita jangan sampai berada di belakang sapi, bisa dislentak, nanti,” ucap Zaenal.
Dengan cekatan, mereka mempraktikkan merobohkan sapi seperti sesuai tutorial dari Zainal. Tepuk tangan meriah setelah sapi roboh dengan mudah.
“Mengingat waktu sudah tidak memungkinkan lagi, silakan bapak-bapak di tempat masing-masing,” ujar Ahmad Yusak penanggungjawab kegiatan.
Acara penutup kegiatan ramah tamah dengan menu gulai kambing. (*)
Penulis Basirun Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments