
PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rungkut, Surabaya, kembali menyelenggarakan kegiatan Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah (PAGIMu) pada Ahad (20/7/2025). Acara yang digelar di Panti Asuhan Muhammadiyah Rungkut, Jalan Medokan Asri MA 1 blok P nomor 20, Medokan Ayu, Rungkut ini dimulai sejak pukul 06.30 WIB.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pola Asuh yang Tepat terhadap Anak”, dengan menghadirkan M Khoirul Anam SAg sebagai narasumber. Acara diawali dengan sambutan oleh Wakil Ketua Bidang Majelis Tabligh PCM Rungkut, Faturrohim.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menyimak tausiah dengan baik serta berupaya semaksimal mungkin untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Anam menyampaikan bahwa secara umum pola asuh anak terbagi ke dalam empat kategori utama, yaitu:
1. Otoriter, orang tua mendominasi dan kurang memberi ruang dialog.
2. Permisif, membebaskan anak tanpa batasan.
3. Otorisasi, mendukung anak dengan batasan dan arahan yang jelas.
4. Acuh tak acuh, tidak peduli terhadap perkembangan dan perilaku anak.
Namun, menurutnya, Islam memiliki konsep pola asuh yang jauh lebih sempurna, sebagaimana tertuang dalam Surat Luqman.
Ia menjelaskan bahwa dalam surat tersebut, pola asuh Islami dimulai dengan penanaman tauhid, yaitu mengenalkan anak pada keesaan Allah dan menanamkan sikap bergantung hanya kepada-Nya. Lebih dari sekadar mengenalkan bahwa Allah Maha Esa, pengajaran tauhid juga menuntut adanya penghambaan dan menjauhi segala bentuk kesyirikan, termasuk yang tersamar dalam budaya modern.
Anam juga mengisahkan seorang yang menolak menyembelih seekor lalat sebagai persembahan demi mempertahankan tauhidnya, meski akhirnya dibunuh.
“Dari kisah ini, kita belajar bahwa ketauhidan yang benar harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya mengajarkan bakti kepada orang tua, terutama kepada ibu. Namun, jika orang tua memerintahkan kepada sesuatu yang buruk, anak tetap harus menolaknya dengan santun, sambil terus memperlakukan orang tua dengan kebaikan.
Lebih lanjut, Anam juga menanamkan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi dalam setiap keadaan. Menurutnya, hal ini akan membentuk pribadi anak yang amanah, jujur, dan bertanggung jawab.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa pendidikan terbaik berasal dari keteladanan orang tua.
“Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar. Oleh karena itu, orang tua perlu terus belajar, rajin mengikuti pengajian, dan memberikan teladan melalui perilaku yang islami,” tegasnya.
Sebagai penutup, ia juga menekankan pentingnya mendidik anak untuk istiqamah dalam ibadah sejak dini, karena ibadah merupakan bentuk nyata penghambaan kepada Allah.
Kegiatan PAGIMu ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu keislaman, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para orang tua untuk memperbaiki cara mereka mendidik generasi penerus bangsa sesuai dengan tuntunan syariat Islam. (*)
Penulis M. Ainul Yaqin Ahsan Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments