Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PCM Sidoarjo Resmikan Layanan Pendidikan Disabilitas ‘Inklusifmu’ dan Gelar Workshop Inklusi Batch Kedua

Iklan Landscape Smamda
PCM Sidoarjo Resmikan Layanan Pendidikan Disabilitas ‘Inklusifmu’ dan Gelar Workshop Inklusi Batch Kedua
Dari Kiri: Pemateri Harum Kawaludin, Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM SIdoarjo Muflich Hasyim. Paling kanan: Ketua MPM PCM Sidoarjo Punto Cahyo (Mirza Putera Bhaskara/PWMU.CO)
pwmu.co -

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo menggelar Workshop Inklusi pada Ahad (10/8/2025), di Auditorium Mas Mansyur, SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SD Muhida). Acara ini menghadirkan narasumber Harum Kawaludin, ahli pendidikan inklusif dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Tak hanya sekadar workshop, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran amal usaha baru PCM Sidoarjo di bidang layanan pendidikan disabilitas bernama Inklusifmu. Layanan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

Pendidikan Inklusif Jadi Sorotan, PCM Sidoarjo Tegaskan Komitmen

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PCM Sidoarjo sekaligus Ketua Panitia, Punto Cahyo Al Addin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah digelar pada 2024.

“Ini merupakan tindak lanjut sekaligus bukti keseriusan kita dalam bermuhammadiyah untuk memajukan pendidikan, sebagai landasan agar kita termasuk orang-orang yang dimenangkan oleh Allah di akhirat kelak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk menuntut ilmu. “Anak-anak istimewa ini juga perlu thalabul ilmi sebagaimana kita,” tambahnya. Punto juga mengutip QS Al-Hujurat ayat 10 sebagai pengingat bahwa setiap Muslim adalah saudara yang wajib saling membantu, termasuk dalam mendampingi keluarga yang dianugerahi anak berkebutuhan khusus.

Ketua PCM Sidoarjo, Noerwachid Soeprijanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Sidoarjo atas upaya mewujudkan layanan pendidikan disabilitas tersebut.

“Insya Allah layanan ini akan memberikan fasilitas screening, asesmen, dan konsultasi bagi para orang tua yang diamanahi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik,” tuturnya.

Ketua PDM Sidoarjo, Prof. Dzoul Milal, turut memberikan pandangan bahwa pendirian unit layanan disabilitas ini sejalan dengan dua pilar Risalah Islam Berkemajuan, yakni pilar ketiga (senantiasa berijtihad dan bertajdid) serta pilar kelima (rahmatan lil ‘alamin). Dengan nada bercanda, ia menyampaikan ide layanan serupa bagi orang tua yang belum bisa mengaji. “Mungkin ke depan juga bisa mengadakan layanan orang tua berkebutuhan khusus, seperti orang tua yang nggak bisa ngaji itu harus dilayani, karena sudah tua masih belum bisa ngaji itu termasuk kebutuhan khusus dan kasihan,” kelakarnya, disambut tawa peserta.

Ia berpesan agar layanan ini dilengkapi fasilitas terbaik dan efisien, serta diiringi peningkatan kompetensi guru. “Semoga semakin berkembang dan memberi manfaat besar bagi umat,” pungkasnya sebelum meresmikan Inklusifmu dengan pemukulan gong, diiringi tepuk tangan meriah.

Workshop Bahas Strategi Penanganan ABK, Peserta Antusias

Workshop bertajuk “Cara Penanganan ABK Sesuai Jenis, Karakteristiknya, dan Mendapatkan Layanan Pendidikan yang Tepat” sukses menarik perhatian 158 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari guru inklusi, orang tua ABK, hingga masyarakat umum yang peduli pada dunia pendidikan inklusif.

Dalam sesi utama, Harum Kawaludin memaparkan materi secara komprehensif. Ia menguraikan klasifikasi ABK, teknik penanganan sesuai karakteristik masing-masing anak, serta memberikan tips praktis yang dapat diaplikasikan di sekolah maupun di rumah.

Suasana interaktif mengiringi kegiatan. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan dalam mendidik anak ABK. Setiap pertanyaan dijawab Harum dengan solusi aplikatif disertai contoh nyata, sehingga materi menjadi informatif sekaligus relevan dengan kebutuhan peserta.

Dengan antusiasme yang tinggi, workshop ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi pendidik dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah, suportif, dan memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus.

Pesan Penutup: Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Menjadi Hebat

Pada sesi penutupan, Drs. Muflich Hasyim, Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo, menyampaikan pesan penuh motivasi.

Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus berpotensi menjadi pribadi hebat jika mendapatkan dukungan penuh dari orang tua, guru, dan lingkungan. Ia mencontohkan penyanyi internasional Putri Ariani yang, meski memiliki keterbatasan penglihatan, mampu menembus panggung dunia berkat bimbingan, dukungan, dan lingkungan yang membesarkan potensinya.

“Putri Ariani bisa mengharumkan nama bangsa, bahkan melampaui pencapaian banyak anak normal, serta mengangkat derajat kedua orang tuanya,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan mendidik anak istimewa tidak lepas dari tiga kunci utama: keikhlasan, kesabaran, dan tawakal. “Tanpa ketiga hal itu, jangan berharap bisa berhasil,” pesannya.

Muflich juga mengingatkan agar pendidik dan pendamping selalu menaruh harapan kepada Allah. “Apapun usaha kita, tetaplah bergantung pada-Nya. Anak-anak yang kita layani adalah anak-anak yang spesial, maka perlakukanlah mereka dengan sepenuh hati,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang membawa keberkahan serta manfaat luas bagi dunia pendidikan inklusif di Sidoarjo. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu