
PWMU.CO — Idul Adha tahun ini menjadi momen penuh berkah dan kebahagiaan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Simokerto, Surabaya. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simokerto kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar penyembelihan hewan kurban secara serentak yang dihimpun dari berbagai masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan cabang tersebut.
Sebanyak 34 ekor kambing dan 31 ekor sapi berhasil dihimpun dari masjid/musala serta sekolah-sekolah Muhammadiyah di wilayah Cabang Simokerto. Daging kurban ini kemudian dibagikan kepada warga sekitar, terutama mereka yang berada dalam kategori kurang mampu, sebagai wujud nyata semangat berbagi dan nilai kemanusiaan yang diusung oleh Muhammadiyah.
Penyembelihan hewan kurban dilakukan pada dua hari berbeda, yakni Jumat-Sabtu (6-7/6/2025) menyesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi. Salah satu tempat pelaksanaan kurban pada hari Jumat adalah SD Muhammadiyah 10 Surabaya yang menggelar penyembelihan lebih awal karena mempertimbangkan efisiensi waktu dan jumlah hewan yang relatif lebih sedikit.
“Hari Jumat banyak masjid yang akan dipakai untuk salat Jumat, jadi tidak memungkinkan melakukan penyembelihan di sana. Namun, di AUM seperti sekolah-sekolah, lebih fleksibel, sehingga bisa dilakukan di hari Jumat,” terang M Khoirul Anam, Sekretaris PCM Simokerto, saat ditemui usai kegiatan penyembelihan.
Pria kalem asli Lamongan ini juga menegaskan bahwa kegiatan kurban ini bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga bentuk pelayanan sosial untuk masyarakat sekitar. Ia menyebut bahwa PCM Simokerto setiap tahunnya berupaya menjaga konsistensi dalam pelaksanaan kurban sebagai bagian dari dakwah yang membumi, menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini bisa menjadi ladang amal yang membawa kebahagiaan tidak hanya bagi yang berkurban, tetapi juga bagi masyarakat yang menerima,” lanjutnya.
Antusiasme masyarakat sangat terlihat dari suasana di berbagai titik penyembelihan. Warga sekitar hadir sejak pagi untuk menyaksikan proses penyembelihan, membantu dalam proses pemotongan, hingga ikut serta dalam pendistribusian daging. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun tampak antusias menyaksikan kegiatan ini sebagai bagian dari edukasi nilai-nilai keagamaan dan sosial sejak dini.
Kegiatan kurban di bawah koordinasi PCM Simokerto ini menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara lembaga keagamaan dan pendidikan dalam membangun semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Dengan semangat melukis senyum bahagia untuk sesama, PCM Simokerto membuktikan bahwa ibadah kurban lebih dari sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat solidaritas dan menebar kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat.
Penulis Afuw ElKhoir Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments