PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan menggelar pengajian rutin Ahad pagi di Masjid At-Takwa Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Ahad (10/8/25). Pengajian menghadirkan Ustadz Manachem Ali dengan tema Perang Besar (Malhamah) dalam Manuskrip 3 Agama Samawi dan Sikap Dunia Islam.
Acara diawali pembacaan Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 113–126 oleh Muhammad Muzzaki Silmi. Jamaah mengikuti dengan khusyuk. “Semoga ayat yang dibaca bersama-sama memberi keberkahan bagi jamaah yang hadir,” harap Muzzaki.
Dalam sambutan iftitah, Ketua PCM Tulangan Abdillah Adhie mengucapkan terima kasih kepada panitia. “Semoga kebaikan panitia mendapat balasan di akhirat kelak,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi Amal Usaha Muhammadiyah yang sukses melaksanakan sistem penerimaan murid baru. “Semoga tahun ajaran ini menjadi titik balik kebangkitan AUM di PCM Tulangan,” tambahnya.
Mengawali materi, Ustadz Manachem Ali membaca surat Al-Isra ayat 4 yang artinya: Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, ‘Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.’
Menurutnya, ayat ini menjadi pelajaran penting bagi kaum Muslim. “Allah akan menghancurkan kaum yang tidak menjalankan syariat atau mengakali hukum yang sudah ditetapkan dalam kitab suci,” terang Ustadz Manachem Ali.
Ia menjelaskan, Nabi Sulaiman adalah nabi pertama yang membangun Baitul Maqdis. Namun, karena umatnya acuh terhadap perintah ibadah, Baitul Maqdis dirusak dan dihancurkan tentara Babilonia. Peristiwa ini menyebabkan Bani Israil diusir. “Inilah kehancuran rumah Allah Baitul Maqdis yang pertama kali,” ujarnya.
Kemudian, Allah memerintahkan Nabi Uzair untuk membangun kembali Baitul Maqdis dengan ukuran lebih besar dan mewah. Namun, Bani Israil kembali mengkhianati kitab suci dengan tidak menjalankan perintah-Nya. “Allah membiarkan Baitul Maqdis hancur oleh serangan tentara Romawi. Inilah kehancuran yang kedua,” jelasnya.
Di akhir pengajian, Ustadz Manachem Ali membacakan surat Al-Baqarah ayat 65 yang artinya: Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, ‘Jadilah kamu kera yang hina!’
“Ayat ini memberi pelajaran berharga bagi umat Nabi Muhammad, jangan sampai tidak menjalankan perintah dan melanggar larangan Al-Quran. Konsekuensinya besar bila dilakukan berjamaah, Allah akan langsung menghukum, seperti Bani Israil yang dilaknat menjadi kera,” terangnya.
“Semoga jamaah yang hadir selalu mendapat petunjuk dan istiqamah menjalankan syariat serta menjauhi larangan Allah SWT,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments