Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ir. H. Lukman Rahim, didampingi Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo, Hj. Luluk Humaidah, S.Ag., M.Pd., serta anggota divisi penggalian dana, Munahar dan Dr. Mukayat Al Amin, meninjau progres pembangunan Gedung Gen Q Center SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tahap berikutnya, Senin (13/10/2025).
Setelah menyelesaikan tahap pembuatan strauss pile, yaitu metode pembuatan fondasi tiang yang dilakukan secara manual menggunakan bor tangan (auger), pembangunan Gedung Gen Q Center SD Musix kini memasuki tahap pembuatan fondasi yang akan dilanjutkan dengan pembangunan dek lantai dua.
Rencana pembangunan Gedung Gen Q Center SD Musix telah dimulai sejak akhir September 2025. Setelah penyelesaian tahap strauss pile, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan fondasi hingga ke tahap pembangunan dek lantai dua.
“Hari ini progres pekerjaan masih 0 persen karena tahap awal telah selesai. Selanjutnya akan dilakukan penggalian tanah untuk pembuatan footplate (fondasi tapak) yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sloof,” ujar Lukman.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa perbedaan utama antara footplate dan sloof terletak pada fungsi, posisi, serta jenis konstruksinya. Footplate berfungsi untuk mendistribusikan beban bangunan ke tanah sedangkan sloof berfungsi sebagai pengaku di atas fondasi yang menyalurkan beban dari dinding ke fondasi.
Penjelasan tersebut disampaikan Lukman sambil mengamati 64 titik strauss pile yang baru saja rampung dikerjakan.
Dalam proses pengerjaan strauss pile, panitia sengaja menggunakan metode manual tanpa bantuan mesin untuk menghindari kebisingan yang dapat mengganggu warga sekitar.
“Terlebih lagi, tepat di sebelah timur lokasi pembangunan ini terdapat sekolah TK yang membutuhkan suasana tenang selama kegiatan belajar,” ungkap Ketua Panitia Pembangunan, Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.I.
Ia juga menyampaikan bahwa panitia benar-benar bekerja keras, terutama dalam hal penggalian dana. Proposal yang telah dicetak disebarkan ke berbagai instansi, baik pemerintah pusat, daerah, maupun swasta. Kerja keras tersebut tidak sia-sia karena pemerintah pusat memberikan kucuran dana.
“Kami juga menerima infak pembangunan ini, meskipun hanya sepuluh ribu rupiah,” sambungnya.
Beberapa waktu lalu, lanjutnya, Munahar, telah membantu panitia pembangunan dengan melelang sepeda motor kesayangannya.
“Uang hasil lelang itu sepenuhnya diserahkan kepada panitia untuk pembangunan,” tambahnya.
Seperti yang telah direncanakan, pemasangan fondasi dilakukan pada malam hari. Para pekerja dengan penuh semangat memasang papan dan besi kolom yang telah disiapkan. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments