Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Driyorejo menggelar Aksi Solidaritas Peduli HIV/AIDS di kompleks Perguruan Muhammadiyah Driyorejo, Ahad pagi (23/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata PCNA terhadap program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya edukasi kesehatan reproduksi.
Aksi solidaritas dikemas melalui pembagian leaflet edukatif, penandatanganan komitmen anti HIV/AIDS, serta penyuluhan kesehatan dari Puskesmas.
Mengusung tema “Langkah Ceria Bersama PCNA Driyorejo”, acara ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi otonom Muhammadiyah, WPA (Warga Peduli AIDS) Gresik, Puskesmas Pembantu Krikilan, hingga masyarakat sekitar.
Para peserta tampak antusias mengenakan pita merah sebagai simbol kepedulian dan dukungan untuk menghapus stigma terhadap ODHA.
Kegiatan berlangsung pukul 07.00–08.00 WIB di Jalan Raya Pancawarna 11C AU 18–19 Kota Baru Driyorejo. Ketua PCNA Driyorejo, Laily Dwi Qonita Sari, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan aksi nyata dalam mendukung pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa HIV/AIDS tidak hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial yang memerlukan dukungan bersama. Edukasi yang tepat dan sikap tanpa stigma merupakan langkah penting untuk memutus rantai penyebaran,” ujarnya.
Selain sosialisasi, peserta juga mendapatkan materi tentang cara penularan, pencegahan, serta kampanye gaya hidup sehat bagi remaja dan orang tua. PCNA Driyorejo turut membuka layanan informasi bagi warga yang ingin mengetahui lebih jauh terkait mitos dan fakta HIV/AIDS.
Ketua PCA Driyorejo, Yayuk Amiatun, yang turut hadir memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sangat penting dalam menjangkau kelompok yang sulit terakses sosialisasi kesehatan.
“Semakin banyak pihak terlibat, semakin besar peluang menekan angka kasus baru,” katanya.
Penanggulangan HIV/AIDS
Perwakilan WPA Gresik, Nancy Indriyanti, S.Pd., juga menyampaikan pentingnya peran komunitas sipil dalam penanggulangan HIV/AIDS.
“Edukasi masyarakat sangat diperlukan, dan kegiatan seperti ini akan membantu kami yang terjun langsung di lapangan,” jelasnya.
Materi kesehatan terkait HIV/AIDS disampaikan oleh Novaretta Ayu Wardhany, Amd.Keb., S.ST., dari Puskesmas Pembantu Krikilan. Ia menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui udara atau kontak fisik seperti berjabat tangan.
“Ketika bertemu dengan ODHA, tidak perlu takut atau canggung. Penularannya melalui cairan tubuh tertentu,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Driyorejo menjadi wilayah dengan angka persebaran HIV/AIDS tertinggi ketiga se-Kabupaten Gresik.
“Ini peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada dan setia pada pasangan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PCNA Driyorejo berharap masyarakat semakin terbuka dan memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Langkah kecil namun berdampak ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan generasi sehat, peduli, dan bebas stigma terhadap ODHA. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments