Search
Menu
Mode Gelap

PCNA Solokuro Gelar Pelatihan Paduan Suara di Takerharjo

PCNA Solokuro Gelar Pelatihan Paduan Suara di Takerharjo
PCNA Solokuro Gelar Pelatihan Paduan Suara di Takerharjo. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Solokuro, Kabupaten Lamongan, menyelenggarakan pelatihan paduan suara di Aula Muhammadiyah Takerharjo, Jumat (12/12/2025), pukul 07.00–15.00 WIB.

Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan ini. Acara diawali dengan registrasi, kemudian dilanjutkan upacara pembukaan yang dipandu Durrotul Izzah. Pembacaan Al-Quran disampaikan oleh Yuli Usrotul Faizah, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Nasyiatul Aisyiyah yang dipimpin Husnur Rohmah. Selanjutnya, Vita Nurul Fithroh membacakan ikrar komitmen kader Nasyiatul Aisyiyah.

Sambutan pertama disampaikan Emi Rahmawati mewakili PCNA Solokuro. Sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan disampaikan oleh Abdullah, S.Ag., S.Pd., perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solokuro. Acara pembukaan ditutup dengan doa oleh Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Takerharjo.

Pelatihan paduan suara dimoderatori Ika Zuni Mar’anis dengan pemateri Andika Tri Pamungkas, S.Pd., pelatih sekaligus arranger paduan suara. Materi disampaikan secara teori dan praktik dengan suasana interaktif.

Menjelang siang, peserta melaksanakan istirahat, salat berjamaah, dan makan siang. Menu soto disiapkan oleh Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Takerharjo yang diketuai Qoniatun Niswah, dengan anggaran sekitar Rp2.200.000.

Pada sesi praktik, peserta dibagi menjadi sepuluh kelompok sesuai ranting masing-masing, yaitu Takerharjo, Bluri, Solokuro, Payaman, Palirangan, Bango, Sugihan, Tenggulun, Tebluru, dan Dadapan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Setelah salat Asar, kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize berupa gula, minyak goreng, beras, biskuit, air mineral, dan keripik. PCM Solokuro juga memberikan kuis Kemuhammadiyahan. Peserta yang memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah dan mampu menjawab pertanyaan memperoleh uang pembinaan.

PRM Takerharjo mengaku terharu karena aula semi permanen hasil swadaya warga dipercaya sebagai lokasi pelatihan. Meski peserta duduk lesehan di atas terpal, plafon belum terpasang, panggung sederhana, serta tanpa kipas angin, kegiatan tetap berlangsung lancar dan penuh semangat.

PRM Takerharjo mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini. Menurutnya, paduan suara tidak hanya melestarikan seni budaya, tetapi juga memperkuat kebersamaan, menjadi sarana hiburan yang mendidik, serta selaras dengan nilai Islam yang mendorong integrasi iman, ilmu, dan seni demi kehidupan yang bahagia dan diridai Allah Swt.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments