Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojonegoro Jl. Teuku Umar 48 Kompleks Aula Taqwa pada hari, Ahad (1/2/2026) menjadi saksi bisu atas sebuah momentum transformatif.
Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro secara resmi mengukuhkan kepengurusan Badan Instruksi Konseling Keluarga Sakinah Aisyiyah (BIKKSA) dan Badan Kesejahteraan Sosial (BAKESOS) untuk masa bakti 2026-2030.
Acara tersebut dirangkai Pelatihan dengan Tema “Penguatan Kompetensi Konselor Aisyiyah dalam Layanan Konseling Islami.” Agenda ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan sebuah ikhtiar intelektual untuk menjawab kompleksitas problematika sosial kontemporer melalui pendekatan teologis yang humanis.
Sinergi Keilmuan dan Praktik Lapangan
Pelatihan ini menghadirkan dua pilar keilmuan yang krusial. Drs. Mufi Ahmad Baihaqi, M.H., selaku Ketua Pengadilan Agama Bojonegoro, dengan materi membedah urgensi Conflict Management dan resolusi problematika rumah tangga dari perspektif hukum dan ketahanan keluarga.
Ia menekankan bahwa konselor harus memiliki ketajaman analisis dalam memetakan konflik agar solusi yang ditawarkan selaras dengan koridor syariat dan hukum positif.
Melengkapi dimensi tersebut, Ibu Budiyati, M.Pd. memberikan penguatan pada aspek advokasi dan perlindungan terhadap kasus perempuan dan anak. Beliau menekankan bahwa konselor Aisyiyah wajib menjadi garda terdepan yang tidak hanya memberikan empati, tetapi juga perlindungan konkret bagi kaum rentan melalui metode konseling yang integratif.
Melalui pengukuhan ini, BIKKSA dan BAKESOS Bojonegoro diharapkan mampu mengonstruksi layanan konseling yang tidak hanya menyentuh aspek psikologis, tetapi juga menyuburkan nilai-nilai spiritual. Dengan kompetensi yang terasah, para konselor ‘Aisyiyah kini siap menavigasi masyarakat Bojonegoro menuju tatanan keluarga yang sakinah dan berkeadilan sosial. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments