Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi Amal Usaha Aisyiyah (AUA) dengan tema “Meneguhkan Ideologi dan Kepemimpinan Profesional Menuju Amal Usaha Aisyiyah Bojonegoro Berkemajuan.”
Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta dari AUA dan dilaksanakan di Aula Perguruan Muhammadiyah Sumberrejo selama dua hari, yakni Ahad-Senin (21-22/12/2025).
Pada hari pertama Baitul Arqam, kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan acara. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Aisyiyah.
Selanjutnya disampaikan kajian iftitah oleh Drs. H. Suwito, M.Si., dilanjutkan sambutan Ketua MPK, Siti Istianawati, S.Pd., yang sekaligus penyampaian laporan kegiatan.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua PDA Bojonegoro, Hj. Zulliyatin Lailiyah, S.Pd.I.
Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyerahan peserta secara simbolis dari penyelenggara Baitul Arqam kepada Master of Training (MoT) dan sekretariat.
Usai jeda ishoma, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama oleh Wakil Ketua Koordinator Bidang Pendayagunaan Wakaf, Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Hikmah, serta Kebijakan Publik, Drs. H. Sholikhin Jamik, S.H., M.H.
Materi yang disampaikan bertema “Peneguhan Ideologi Muhammadiyah dan Kepemimpinan” sebagai upaya internal organisasi dalam memperkuat dan memantapkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam sesuai prinsip-prinsip Muhammadiyah.
Selanjutnya, materi kedua bertajuk “Dinamika Perjuangan Aisyiyah” yang disampaikan oleh Ketua PDA Bojonegoro, Hj. Zulliyatin Lailiyah, S.Pd.I.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan perjalanan sejarah Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang konsisten memperjuangkan peningkatan derajat perempuan dan umat.
Perjuangan tersebut diwujudkan melalui berbagai bidang, antara lain pendidikan, dakwah, amal usaha sosial, pemberdayaan ekonomi, serta kepemimpinan publik.
Seluruh ikhtiar tersebut berlandaskan nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan universal, serta terus menghadapi tantangan zaman sejak masa penjajahan hingga era modern.
Setelah jeda ishoma Magrib dan Isya, kegiatan dilanjutkan dengan materi ketiga yang disampaikan oleh Bendahara PDM Bojonegoro, Drs. H. Ikhwanuddin, M.Pd.I., dengan tema “Integritas Muhammadiyah dalam Mengajar”.
Materi ini menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan akademik dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan guna membentuk pribadi peserta didik yang unggul, berkarakter, inovatif, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Materi keempat kemudian disampaikan oleh Sekretaris PDM Bojonegoro, Drs. H. Akhyar, M.Si., dengan tema “Etos Kerja dalam Mengemban Amanah”.
“Etos kerja merupakan sikap dan perilaku moral yang kuat dalam melaksanakan tanggung jawab atau kepercayaan yang diberikan kepada seseorang,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi foto bersama.
Memasuki hari kedua, Senin (22/12/2025), kegiatan diawali dengan qiyamul lail, tadarus Al-Qur’an, salat Subuh, dan kuliah Subuh, yang kemudian dilanjutkan dengan senam bersama serta outbound ceria.
Usai kegiatan bersih diri dan sarapan, peserta kembali mengikuti sesi materi. Materi kelima disampaikan oleh Wakil Ketua PWA Jawa Timur Korbid MTK dan MPK, Dra. H. Faridah Muwafiq, dengan tema “Adabul Mar’ah Fil Islam”.
Ia menjelaskan bahwa Adabul Mar’ah Fil Islam merupakan pedoman penting yang disusun Muhammadiyah berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis, berisi tuntunan akhlak serta hak-hak perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, mulai dari pergaulan, bertamu, berumah tangga, hingga pendidikan.
“Pedoman ini bertujuan membentuk karakter muslimah yang mulia, berdaya, dan sesuai ajaran Islam,” jelasnya.
Materi terakhir disampaikan oleh Wakil Sekretaris PWA Jawa Timur, Asmawatie Rosyidah, S.H., M.Pd., dengan tema “Implementasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) dalam Pengelolaan Amal Usaha Aisyiyah”.
Ia memaparkan bahwa PHIWM merupakan panduan bagi warga Muhammadiyah untuk membentuk perilaku individu dan kolektif yang Islami berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, mencerminkan keteladanan (uswah hasanah), serta mewujudkan masyarakat utama (Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur) yang diridai Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan, baik pribadi, keluarga, profesi, maupun bermasyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan presentasi hasil diskusi. Setelah itu, disampaikan rencana tindak lanjut (RTL) oleh Ketua MPK yang mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan secara penuh selama dua hari.
Acara kemudian ditutup dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan peserta, serta sesi foto bersama. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments