Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik akan menyelenggarakan Pelatihan Menulis Dinamika Aisyiyah di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) pada Sabtu (1/11/2025) besok.
Kegiatan yang bersinergi dengan Majelis PAUD Dasmen PDA Gresik ini akan diikuti oleh 90 peserta yang terdiri dari utusan lembaga TK dan KB Aisyiyah, serta utusan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Gresik.
Sebelumnya, kegiatan ini juga telah dilaksanakan pada Rabu (1/10/2025) lalu secara daring. Ketua LBSO PDA Gresik, Ayu Mira, S.T., menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar dalam dua tahap.
“Pertama sudah dilaksanakan pada Rabu (1/10/2025) melalui Zoom Meeting dan yang kedua akan dilaksanakan besok, Sabtu (1/11/2025) secara offline atau tatap muka dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, Bapak Ahmad Faizin Karimi,” ungkapnya.
Menurutnya, yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan ini adalah peran Aisyiyah di Kabupaten Gresik yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak perubahan sosial. Aisyiyah dinilai berhasil mencetak kader-kader perempuan yang tangguh serta sukses membangun jaringan amal usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Namun seiring perjalanan waktu, rekam jejak perjuangan Aisyiyah Gresik sering kali hanya tersimpan dalam ingatan personal para penggerak atau terdokumentasi secara parsial,” ujarnya.
Padahal, tambahnya, dokumentasi sejarah dan dinamika pergerakan ini sangat penting.
“Tidak hanya sebagai arsip organisasi, tetapi juga sebagai sumber inspirasi, rujukan kebijakan, dan media pembelajaran bagi generasi penerus,” tambahnya.
Ayu, panggilan akrabnya, juga menjelaskan bahwa pelatihan menulis rekam jejak Aisyiyah Kabupaten Gresik ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menghimpun, menuliskan, dan mengemas perjalanan Aisyiyah dalam bentuk catatan profil lembaga yang sistematis, informatif, dan komunikatif.
“Dengan tersusunnya profil lembaga yang baik, Aisyiyah Gresik dapat memperkuat identitas organisasinya, memperluas jejaring kolaborasi, serta menginspirasi generasi muda untuk terus melanjutkan perjuangan dakwah dan pemberdayaan perempuan di masa depan,” jelas Ayu.
Guru yang masih aktif di TK Aisyiyah 40 PPS Manyar ini mengatakan dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peserta mampu mengidentifikasi tonggak-tonggak sejarah penting Aisyiyah Gresik.
“Selain itu, para peserta juga diharapkan mampu menulis narasi yang menggambarkan identitas, visi, misi, program, dan capaian organisasi, sekaligus menyajikan dinamika gerakan Aisyiyah secara menarik dan mudah dipahami masyarakat luas,” tuturnya.
Bentuk kegiatan pelatihan ini, tambahnya, tidak hanya mempelajari pola penulisan profil lembaga melalui platform Zoom, tetapi juga melatih peserta dalam proses pengumpulan data, penyusunan hasil penelusuran, hingga tahap penyuntingan sampai siap dibukukan.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat menjadi jejak inspiratif bagi warga persyarikatan baik Muhammadiyah, Aisyiyah maupun masyarakat luas lainnya,” harapnya.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments