Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Magetan kembali menyelenggarakan program peningkatan kapasitas perempuan melalui kegiatan Sekolah Wirausaha Aisyiyah. Program ini dilaksanakan secara bertahap pada Sabtu (1/11/2025), Ahad (16/11/2025), dan Ahad (30/11/2025) di Pondok Pesantren Muhammadiyah Salimul Ummah Magetan.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Perempuan Mandiri yang Berkarakter Islami dengan Aksi Pengolahan Pangan Berbasis Bahan Lokal”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar praktis sekaligus sarana penguatan ideologi ekonomi Aisyiyah. Peserta berasal dari perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Magetan serta masyarakat umum, dengan total sekitar 25 orang.
Ketua Panitia, Sri Agustin, menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlanjutan program tersebut.
“Kami ingin kegiatan ini mendorong bertambahnya jumlah wirausaha perempuan. Bukan hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga berkualitas, khususnya bagi ibu-ibu Aisyiyah dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Selama rangkaian pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi penting yang saling mendukung pembentukan karakter wirausaha modern. Materi tersebut meliputi dasar-dasar kewirausahaan, wawasan ekonomi dalam perspektif Aisyiyah, strategi perencanaan bisnis yang efektif, pelatihan pembukuan sederhana, serta pemanfaatan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar.
Selain penguatan teori, para peserta juga mendapatkan pelatihan praktik pengolahan pangan berbasis bahan lokal sebagai upaya pemberdayaan ekonomi yang ramah lingkungan dan sesuai potensi daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki daya saing serta berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui Sekolah Wirausaha Aisyiyah, PDA Magetan berkomitmen untuk terus mencetak perempuan-perempuan tangguh yang mampu berperan aktif dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Program ini menjadi bukti bahwa Aisyiyah hadir tidak hanya sebagai organisasi dakwah, tetapi juga sebagai motor penggerak kemandirian perempuan di era modern.


0 Tanggapan
Empty Comments