Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PDM Lamongan Berduka, Pendekar Kebanggan Tapak Suci Wafat

Iklan Landscape Smamda
PDM Lamongan Berduka, Pendekar Kebanggan Tapak Suci Wafat
Jajaran PDM Lamongan hadir di Godog untuk takziyah dan turut hadir di pemakaman Abahwi di Pemakaman Desa Godog, Rabu 19 November 2025 (Gondo Waloyo/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan berduka ketika mendung kelabu datang mendadak dari Desa Godog Laren dan mengabarkan bahwa pendekar Besar Tapak Suci, KH. Ahmad Kasuwi Thorif MA, PBr berpulang tepat di Milad ke 113 Muhammadiyah, Selasa Malam (18/11/2025).

Almarhum yang biasa dipanggil Abah Wi menghembuskan nafas terakhirnya pukul 22.10 WIB, sontak berita duka yang mendadak ini membuat grup WhatsApp Muhammadiyah dari ranting, cabang, daerah dan wilayah, bahkan pusat bermunculan ucapan bela sungkawa.

Nampak hadir untuk melayat di rumah duka jajaran rombongan PDM Lamongan yang dipimpin langsung oleh Ketua, Drs. Shodikin M.Pd bersama Subagio SE, Dr. Piet Hizbullah Khaidir MA, Fathurrahim Syuhadi SE., M.M M.Pd, Drs. M Anwar M.Pd, Drs Muntholib Sukandar, KH Abdul Hakam Mubarok Lc, Masroin, MA, dan Siswanto, hadir pula para Ketua dan Sekretaris Majelis/Lembaga PDM Lamongan dan pimpinan Ortom.

Wakil Ketua PDM Lamongan, Fathurrahim Syuhadi mengungkapkan bahwa Abah Wi merupakan tokoh senior di Muhammadiyah Lamongan. Keulamaannya tidak diragukan lagi. Ia teguh memegang prinsip

“Dia dekat dengan ulama di luar persyarikatan. Hal ini terbukti dengan 15 tahun menjadi ketua MUI di Laren, Abah Wi juga dekat dengan pejabat pejabat di Lamongan, baik di kalangan sipil atau militer,” ungkap pria berdomisili di Babat ini.

“Dalam pergaulan, Abah Wi sangat hamble. Ia bisa membaur dengan tokoh muda maupun tua. Selalu ada joke-joke saat bertemu yang membuat tertawa,” imbuh Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Timur ini.

“Abah Wi dikenal sebagai bapaknya para pesilat Tapak Suci di Lamongan maupun tingkat nasional. Ribuan kadernya tersebar di mana mana. Di rumahnya desa Godog Laren ia mendirikan padepokan Tapak Suci, dalam Tapak Suci, ia merupakan penyandang gelar Pendekar Besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris PCM Laren, Maslahul Falah MA, menegaskan kepergian Abah Wi yang mendadak mengejutkan warga Muhammadiyah dan masyarakat Desa Godog Laren secara umum, hal itu karena tidak ada tanda-tanda kesehatannya yang memburuk, terhitung hanya dua kali tidak ketemu di masjid sepulang dari Banjarmasin.

“Abah selalu hadir di masjid untuk shalat berjamaah, hanya dua kali tidak ketemu, info dari keluarga dia sakit diare dan itu dianggap biasa mungkin faktor kecapekan atau karena awal musim penghujan,” terang alumnus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tahun 2007 ini. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu