Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PDM Ponorogo Apresiasi Suksesnya Lomba Simulasi Keagamaan, Dorong Santri LKSA Jadi Kader Muhammadiyah Unggulan

Iklan Landscape Smamda
PDM Ponorogo Apresiasi Suksesnya Lomba Simulasi Keagamaan, Dorong Santri LKSA Jadi Kader Muhammadiyah Unggulan
Sekretaris PDM Ponorogo, Drs. Sunarto ATM, M.Si, saat menyampaikan apresiasinya. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo memberikan apresiasi terhadap suksesnya penyelenggaraan Lomba Simulasi Keagamaan yang digelar Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS).

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam investasi sumber daya manusia sekaligus penguatan kaderisasi persyarikatan.

Lomba yang berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) di Panti Tuna Netra Aisyiyah tersebut diikuti oleh 11 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah-Aisyiyah se-Ponorogo. PDM menilai kegiatan ini sebagai terobosan positif yang mampu memobilisasi partisipasi aktif dari seluruh LKSA.

Sekretaris PDM Ponorogo, Drs. Sunarto ATM, M.Si, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran serta dampak positif dari agenda tersebut.

“Atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah, kami sampaikan Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Kami bangga atas tingginya partisipasi LKSA yang mengikuti,” ujarnya.

Menurut PDM, antusiasme peserta mencerminkan ekosistem pembinaan yang sehat di lingkungan LKSA Muhammadiyah-Aisyiyah Ponorogo.

PDM Ponorogo juga mengapresiasi tiga materi lomba yang diusung, yakni simulasi prosesi pernikahan, salat berjamaah, dan perawatan jenazah. Pemilihan kategori ini dinilai tepat sasaran karena merupakan keterampilan aplikatif yang sangat dibutuhkan para santri ketika kembali ke masyarakat.

Melihat keberhasilan perdana kegiatan tersebut, PDM mendorong MPKS untuk melakukan pengembangan materi di masa depan.

“Kami berharap ke depan tidak hanya tiga itu yang diperlombakan. Kami dorong agar ada lomba-lomba lain,” tutur Sunarto.

Ia menegaskan bahwa semakin beragam kompetensi yang dilombakan, semakin kuat pula motivasi santri untuk meningkatkan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Visi Melahirkan Kader Unggul

Lebih jauh, Sunarto menegaskan bahwa PDM memiliki visi jangka panjang terhadap pembinaan santri LKSA, yakni melahirkan kader persyarikatan yang tangguh dan siap mengabdi.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan individu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran organisasi dan militansi ber-Muhammadiyah.

“Visi kami jelas. Ketika mereka lulus dari LKSA, mereka siap terjun ke masyarakat untuk mengamalkan ilmunya,” terangnya.

PDM Ponorogo berharap lulusan LKSA kelak dapat menjadi motor penggerak dakwah di lingkungan masing-masing.

“Santriwan dan santriwati LKSA kami harapkan aktif di persyarikatan daerahnya. Inilah yang kami maksud sebagai kader Muhammadiyah unggulan,” pungkasnya.

Dengan demikian, PDM menegaskan bahwa Lomba Simulasi Keagamaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari proses panjang membentuk generasi penerus yang siap mengabdi baik di masyarakat maupun dalam persyarikatan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu