
Penandatangan MoU antara PDM Kab Probolinggo dan PDM Jombang pada Sabtu (26/07/2025). (Aprilia Kholifatul Nisya/PWMU.CO).
PWMU.CO — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Probolinggo dan PDM Jombang melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama, sabtu (26/07/2025).
Bertempat di rumah Bapak Nedy Alfian, kegiatan ini berupaya memperkuat kemandirian ekonomi umat dan membangun jejaring usaha antar daerah.
Lebih lanu, kegiatan terangkai dengan sosialisasi pengembangan bisnis frozen food oleh PT Afco Fresh, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi makanan beku halal.
Acara berlangsung dengan khidmat, namun penuh semangat kolaboratif. Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan dari kedua PDM, perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom).
Antara lain Pemuda Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Serta para pelaku usaha Muhammadiyah dari berbagai daerah yang tertarik menjadi mitra dalam bisnis frozen food yang sedang dikembangkan.
Mewujudkan Kemandirian Ekonomi melalui Kolaborasi
Ketua PDM Probolinggo, Sigit Prasetyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah wujud nyata dari ikhtiar Muhammadiyah dalam membangun kemandirian umat. Tidak hanya di bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga dalam sektor ekonomi.
“Sudah saatnya kita membangun ekonomi berjamaah, tidak hanya mengandalkan program internal. Tetapi menggandeng daerah lain dan pihak swasta yang memiliki visi yang sama dalam pemberdayaan umat” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua PDM Jombang, Abdul Malik, menekankan pentingnya sinergi lintas daerah agar kekuatan ekonomi Muhammadiyah tidak berjalan sendiri-sendiri.
“MoU ini bukan hanya dokumen formal, tetapi komitmen untuk berbagi sumber daya, pengetahuan, dan jaringan usaha demi kemajuan bersama. Harapannya, sinergi ini bisa menular ke daerah-daerah lain dan memperkuat jaringan ekonomi Muhammadiyah nasional” tambahnya.
Sosialisasi Bisnis Frozen Food: Peluang Usaha Baru di Era Modern
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi model bisnis frozen food yang terpandu oleh tim dari PT Afco Fresh.
Dalam presentasinya, tim Afco menjelaskan bahwa produk frozen food seperti nugget ayam, bakso, sosis, dan olahan siap saji lainnya memiliki potensi pasar yang sangat besar. Terutama di kalangan keluarga muslim urban yang membutuhkan makanan praktis namun tetap halal dan berkualitas.
Perwakilan PT Afco Fresh, Yoga menjelaskan skema kemitraan yang ditawarkan, mulai dari jalur distribusi, reseller, hingga produksi bersama dengan sistem bagi hasil.
“Kami membuka peluang luas bagi warga Muhammadiyah dan AUM untuk menjadi mitra distribusi produk kami. Produk kami telah bersertifikat halal dan memiliki izin edar resmi” terang Yoga.
“Yang paling penting, kami ingin tumbuh bersama komunitas yang memiliki nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme seperti Muhammadiyah” paparnya.
Dalam sesi diskusi, tak sedikit pelaku usaha yang mengungkapkan antusiasme dan minat bergabung sebagai mitra distribusi atau membuka unit usaha berbasis produk frozen food di wilayah masing-masing. Beberapa bahkan langsung menjajaki kesepakatan lanjutan untuk pengadaan produk.
Dukungan Ortom dan AUM
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Ortom Muhammadiyah yang melihat bahwa penguatan ekonomi merupakan bagian dari dakwah sosial yang harus diperkuat. Perwakilan ‘Aisyiyah melihat peluang bisnis ini sebagai sarana pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga.
Tak hanya itu, beberapa AUM seperti sekolah Muhammadiyah dan koperasi di lingkungan masjid juga mulai menjajaki kemungkinan menjual produk frozen food sebagai bagian dari unit usaha produktif mereka.
Acara berlanjut dengan penandatanganan resmi dokumen MoU oleh Ketua PDM Probolinggo dan Ketua PDM Jombang. Momen ini tersaksikan oleh perwakilan dari PT Afco Fresh dan tamu undangan lainnya.
Penandatanganan ini menandai bermulanya kerja sama yang harapannya dapat terus berkembang dalam bentuk pelatihan, pembinaan, hingga distribusi bersama produk unggulan daerah.
Komitmen Nyata: Survey Lapangan untuk Siap Jihad Ekonomi
Menariknya, setelah sesi sosialisasi, beberapa peserta yang menyatakan keseriusan dan kesiapan untuk memulai usaha langsung diajak oleh tim Afco Fresh dan perwakilan PDM Kabupaten Probolinggo.
Mereka melakukan survey lapangan ke lokasi-lokasi yang potensial menjadi outlet atau titik distribusi produk frozen food. Survey ini berlangsung sebagai bentuk kesungguhan dalam menindaklanjuti MoU dan membuka peluang usaha secara konkret di tingkat lokal.
Mereka didampingi untuk mengukur kelayakan tempat usaha, potensi pasar, dan kebutuhan sarana pendukung seperti freezer dan logistik.
Langkah ini mengundang apresiasi dari berbagai pihak sebagai bukti bahwa program ini bukan sekadar wacana. Melainkan langkah awal jihad ekonomi yang terstruktur dan siap berjalan di lapangan.
Ekonomi Umat Harus Menjadi Pilar Kekuatan
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang ini berakhir dengan doa dan ramah tamah. Para peserta pulang dengan membawa semangat baru untuk membangun usaha berbasis komunitas yang kuat, mandiri, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa jika dikelola dengan sinergi dan visi yang jelas, Muhammadiyah bukan hanya mampu membangun sekolah dan rumah sakit. Tetapi juga membangun jejaring ekonomi yang besar dan berdampak luas bagi umat dan bangsa.
Penulis Aprilia Kholifatul Nisya, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments