Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PDM Sidoarjo Hadirkan dr Agus Taufiqurrahman Bahas Ramadan

Iklan Landscape Smamda
PDM Sidoarjo Hadirkan dr Agus Taufiqurrahman Bahas Ramadan
dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes. saat menyampaikan materi pengajian Ahad Pagi, Photo Sumardani / PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo menghadirkan narasumber nasional dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., dalam Pengajian Rutin Ahad Pagi di Masjid An-Nur Sidoarjo, Ahad (15/02/2026), dengan tema “Ramadhan dan Tajdid: Menyempurnakan Ibadah, Mensucikan Akhlak.”

Dalam tausiyahnya, dr. Agus menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan bukan sekadar momentum ritual tahunan yang datang dan berlalu, melainkan ruang tajdid atau pembaruan spiritual dan moral bagi setiap Muslim.

Ramadhan, menurutnya, harus dimaknai sebagai sarana introspeksi, peningkatan kualitas ibadah, sekaligus momentum memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Keutamaan Ibadah Berdasarkan Tempat dan Waktu

Dalam pemaparannya, dr. Agus menjelaskan bahwa dalam hadis Nabi Muhammad SAW terdapat amalan-amalan yang memiliki keutamaan luar biasa. Keistimewaan tersebut dapat dilihat dari faktor tempat maupun waktu pelaksanaannya.

Pertama, ibadah yang memiliki keutamaan karena faktor tempat dan waktu sekaligus, yakni ibadah haji. Ia mencontohkan momen 9 Dzulhijjah ketika seluruh jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Momentum tersebut menjadi puncak ibadah haji dan impian setiap jamaah untuk meraih predikat haji mabrur.

Kedua, keutamaan ibadah karena faktor tempat. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan 1.000 kali lipat dibandingkan masjid lainnya, sedangkan shalat di Masjidil Haram bernilai 100.000 kali lipat dibandingkan tempat lain.

Ketiga, keutamaan ibadah karena faktor waktu, seperti shalat tahajud pada sepertiga malam terakhir. Dalam hadis dijelaskan bahwa pada waktu tersebut Allah SWT turun ke langit dunia, membuka pintu ampunan, dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh.

“Tahajud merupakan ibadah istimewa. Jika dijalankan secara istiqomah, manfaatnya sangat besar. Badan menjadi lebih sehat, daya tahan tubuh meningkat, tidak mudah stres, serta sehat jasmani maupun rohani,” terang dr. Agus di hadapan jamaah.

Jamaah yang hadir di Pengajian Ahad Pagi PDM Sidoarjo.
Jamaah yang hadir di Pengajian Ahad Pagi PDM Sidoarjo. Photo Sumardani / PWMU.CO

Ramadhan, Bulan yang Seluruh Waktunya Istimewa

Ia kemudian menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang seluruh waktunya istimewa. Selama satu bulan penuh, setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Karena itu, ia mengajak jamaah untuk tidak menyia-nyiakan datangnya bulan suci tersebut. Persiapan menyambut Ramadhan harus dilakukan sejak dini, baik dengan memperdalam ilmu agama, mempersiapkan sarana dan prasarana ibadah, maupun menyusun program-program kebaikan di lingkungan keluarga.

“Momentum datangnya bulan puasa harus kita maksimalkan. Siapkan ilmu menghadapi Ramadhan, siapkan sarana prasarana, dan buat program-program untuk keluarga kecil kita,” pesannya.

Ia berharap umat Islam dapat menjalani ibadah puasa dengan kondisi fisik dan spiritual yang prima sejak awal hingga akhir Ramadhan.

“Bulan Ramadhan manfaatkan untuk ibadah yang terbaik. Semoga badan kita dalam kondisi yang terbaik dari awal sampai akhir Ramadhan,” tambahnya.

Perkuat Syiar dan Silaturahmi

Pengajian Ahad Pagi ini menjadi bagian dari ikhtiar PDM Sidoarjo dalam menyemarakkan syiar Islam sekaligus memperkuat silaturahmi dan pemahaman keagamaan warga Muhammadiyah serta masyarakat luas.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum persiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, agar umat Islam dapat menyambutnya dengan kesiapan ilmu, mental, dan komitmen ibadah yang lebih baik.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu