SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) bersama Puskesmas Taman menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan mental anak dan remaja dengan menggelar kampanye Stop Perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan orang tua mengenai dampak serius perundungan terhadap kesehatan mental serta perkembangan peserta didik. Kampanye tersebut dilaksanakan di Hall Smamita lantai 2 pada Kamis (22/1/2026).
Kampanye ini dihadiri oleh tim Puskesmas Taman, di antaranya dr. Vena Saskia Prima Saffanah sebagai dokter umum, Ninik Agustina Amd.Kep, Iin Fadilah Amd.Kep, serta Dian Ratna Utami Amd.Kep sebagai perawat.
Kegiatan diisi dengan edukasi interaktif mengenai berbagai bentuk perundungan, baik fisik, verbal, maupun siber. Tim kesehatan Puskesmas Taman juga menyampaikan materi tentang tanda-tanda korban perundungan serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan sejak dini.
Petugas kesehatan menegaskan bahwa perundungan bukan sekadar candaan, melainkan perilaku yang dapat menimbulkan trauma psikologis, menurunkan rasa percaya diri, hingga berdampak pada prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan tes kesehatan bagi siswa kelas X serta sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dan berani menyampaikan pendapat maupun pengalaman terkait pergaulan di sekolah. Melalui dialog tersebut, diharapkan siswa menjadi lebih peka dan berani menolak segala bentuk perundungan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Smamita, Mokhamad Ikhuwan, S.Pd., mengapresiasi kehadiran Puskesmas Taman yang telah memberikan edukasi penting tentang kesehatan mental dan kampanye Stop Perundungan kepada siswa.
“Kami berharap seluruh siswa dapat saling menghargai, berani berkata tidak terhadap perundungan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun teman. SMA Muhammadiyah 1 Taman berkomitmen mendukung program-program positif demi mencetak generasi yang berakhlak, berkarakter, dan sehat secara fisik maupun mental,” pungkasnya.
Melalui kampanye Stop Perundungan ini, Puskesmas Taman berharap sekolah dapat menjadi ruang yang ramah bagi kesehatan mental serta menumbuhkan budaya empati, toleransi, dan saling menghormati. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen bersama untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif perundungan dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments