Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pegang Erat Amanah, PCM Gresik Gelar Pengajian Ahad Pagi Bulanan

Iklan Landscape Smamda
Pegang Erat Amanah, PCM Gresik Gelar Pengajian Ahad Pagi Bulanan
M. Rifqi Rosyidi (di podium) saat menyampaikan tausiah dalam Pengajian Ahad Pagi PCM-PCA Gresik (Abizar Purnama/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ratusan warga Muhammadiyah dan simpatisan mengikuti Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gresik, Ahad (26/10/2025).

Kehadiran mereka membuat suasana pagi yang sejuk di Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah Gresik, Jalan KH Kholil No. 90 Gresik, berubah hangat dan akrab.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin bulanan ini diikuti oleh beragam unsur persyarikatan dan amal usaha Muhammadiyah (AUM). Mulai dari guru dan pegawai SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A dan B, SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu), karyawan RS Muhammadiyah Gresik, hingga masyarakat umum di sekitar Perguruan Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PCM Gresik Drs. Machfud Asyrofi, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan pengajian seperti ini merupakan bagian dari upaya memakmurkan masjid. Ia mengajak jemaahagar terus bersemangat mengikuti majelis ilmu sebagai sarana memperkuat iman dan mempererat silaturahmi.

“Mari jadikan masjid sebagai tempat kita belajar, beribadah, dan memperbaiki diri,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Amanah, Kunci Keberkahan dan Keteguhan

Kajian utama disampaikan oleh M. Rifqi Rosyidi, Lc., M.Ag., Mudir Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Lamongan sekaligus anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Dengan tema kalau amanah disia-siakan, tunggulah kehancurannya.

Beliau menekankan bahwa amanah merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Mengutip hadis Rasulullah saw., “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya” (HR. Bukhari).

Ia menjelaskan bahwa kompetensi, profesionalitas, dan integritas sejatinya telah diajarkan oleh Nabi Muhammad sejak berabad-abad lalu. Amanah, kata beliau, harus dipegang teguh, karena ketika sebuah urusan diserahkan kepada orang yang tidak tepat, kehancuran adalah akibat yang tak terelakkan.

Ia kemudian menyinggung Surah Al-Ahzab ayat 72, bahwa Allah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, namun semuanya enggan memikulnya karena takut tidak sanggup.

“Manusia justru yang menerimanya, padahal kerap lalai dalam menjalankannya. Ini menunjukkan betapa besar tanggung jawab yang sebenarnya kita emban,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa amanah dalam kehidupan terbagi ke dalam tiga dimensi. Pertama, amanah ilahiyah, yakni tanggung jawab manusia dalam beriman dan menaati perintah Allah.

Kedua, amanah insaniyah, yaitu tanggung jawab antarmanusia seperti kejujuran, keadilan, dan kesetiaan terhadap janji. Ketiga, amanah mas’uliyah, yaitu tanggung jawab sosial dan moral dalam menjalankan peran serta kewajiban terhadap masyarakat.

Ia juga mengingatkan jamaah agar berhati-hati dalam memilih pemimpin atau menyerahkan urusan kepada orang yang tepat.

“Sering kali kita menyerahkan urusan kepada yang tidak ahli. Padahal Islam menegaskan, setiap tugas harus diemban oleh orang yang memiliki ilmu dan kemampuan di bidangnya. Jika tidak, maka amanah itu akan berubah menjadi fitnah,” katanya.

Hikmah dari Ulama dan Pedoman al Quran

Dalam penjelasannya, beliau mengutip Surah Al-Anfal ayat 27, yang melarang manusia mengkhianati Allah, Rasul, dan amanah yang dipercayakan kepadanya.

“Pengkhianatan terhadap amanah sama halnya dengan pengkhianatan terhadap Allah,” tegasnya.

Selain itu, Surah An-Nisa ayat 58 juga ditegaskan sebagai pedoman dalam menunaikan tanggung jawab: Allah memerintahkan manusia untuk menyampaikan amanah kepada pemiliknya dan menegakkan keadilan di antara sesama.

Kemudian ia menuturkan kisah Hasan Basri, seorang ulama besar yang dikenal zuhud. Ketika ditanya oleh muridnya bagaimana ia bisa memiliki sifat zuhud, Hasan Basri menjawab bahwa dirinya yakin Allah telah menjamin rezeki bagi setiap makhluk, sehingga ia hanya fokus pada amanah yang diembannya.

Ia juga merasa malu jika Allah melihatnya dalam kondisi bermaksiat, serta selalu mengingat kematian sebagai dorongan untuk memperbanyak amal baik.

“Dari sini kita belajar bahwa menjaga amanah bukan hanya soal tanggung jawab duniawi, tapi juga bukti kesadaran spiritual,” terang Ustaz Rifqi.

Beliau menegaskan bahwa seseorang tidak perlu membandingkan dirinya dengan orang lain, karena yang terpenting adalah menjadi pribadi yang lebih baik daripada diri sendiri di masa lalu.

“Dalam Islam, ukuran keberhasilan bukanlah siapa yang paling tinggi jabatannya, tetapi siapa yang paling amanah dalam setiap tanggung jawabnya,” tambahnya.

Menutup tausiahnya, Rifqi mengajak seluruh jemaah untuk menanamkan nilai ihsan, yaitu memberi yang terbaik dalam setiap urusan. Menurutnya, perspektif ihsan akan menuntun manusia menjaga amanah dengan penuh ketulusan dan profesionalitas.

“Jika amanah dijalankan dengan ihsan, maka doa kita akan mustajabah, hidup kita akan berkah, dan umat ini akan kuat,” pesannya.

Acara diakhiri dengan doa. Tidak hanya itu, penyelenggara juga menyediakan menu sarapan pagi sehat. PCA Gresik turut pula membagikan paket sayur gratis kepada jemaahsebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguat kebersamaan antarwarga. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu