Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pekan Beribadah, Ratusan Siswa Smamita Khidmat Mengaji Bersama

Iklan Landscape Smamda
Pekan Beribadah, Ratusan Siswa Smamita Khidmat Mengaji Bersama
Ratusan siswa Smamita melaksanakan pekan Beribadah sebagai bagian dari Projek Profil Lulusan. Foto: Satrio/PWMU.CO
pwmu.co -

Ratusan siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) mengikuti kegiatan Pekan Beribadah sebagai bagian dari Projek Profil Lulusan. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah Mengaji Bersama yang digelar sebagai upaya penguatan spiritual dan pembentukan karakter religius peserta didik. Kegiatan berlangsung khidmat di Hall lantai 2, Rabu (4/2/2026).

Momen mengaji bersama berupa tadarus Al-Qur’an Juz 1 ini melibatkan seluruh civitas akademika Smamita. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembiasaan keagamaan yang rutin dilaksanakan pada pekan pertama dan kedua setiap bulan. Melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, para siswa diajak menenangkan hati, meningkatkan keimanan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah padatnya aktivitas akademik.

Kegiatan diawali dengan pembiasaan shalat duha berjamaah dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang dipandu oleh guru pendamping, Ustadz Ahmad Syihabuddin, S.Sos. Ia menjelaskan bahwa kegiatan mengaji menjadi sarana untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurutnya, membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sumber kebaikan yang luar biasa bagi setiap muslim. Ia menegaskan bahwa setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca akan mendatangkan pahala berlipat ganda. “Satu huruf yang kita baca akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Ini menunjukkan betapa Allah SWT sangat memuliakan Al-Qur’an dan orang-orang yang senantiasa membacanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Ahmad Syihabuddin menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya adalah aturan cara membaca yang sangat rinci, mulai dari kaidah tajwid hingga panjang dan pendek bacaan.

“Tidak ada kitab suci agama lain yang cara membacanya diatur sedetail Al-Qur’an. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat Islam,” tuturnya.

Selain sebagai petunjuk hidup, Al-Qur’an juga akan menjadi syafaat bagi pembacanya di akhirat kelak. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa membaca saja tidaklah cukup.

“Tidak ada jaminan surga hanya karena kita bisa membaca Al-Qur’an. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengamalkan isi dan ajaran yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Dalam penyampaiannya, ia juga mengutip Surah Al-Isra ayat 32 tentang larangan mendekati zina. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga mengatur akhlak dan perilaku manusia agar terhindar dari perbuatan buruk dan dosa.

Ia menutup tausiyahnya dengan harapan agar seluruh peserta senantiasa diberi kekuatan untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. “Semoga kita semua mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan senantiasa istiqamah dalam mengamalkannya,” pungkasnya.

Para siswa mengaku senang dan termotivasi dengan adanya kegiatan mengaji bersama tersebut. Selain menambah pahala, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an, memperkuat kebersamaan, serta memperdalam makna ibadah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu