Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pelajar SMP Muhammadiyah 1 Blitar Terabas Panas, Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh-Sumut

Iklan Landscape Smamda
Pelajar SMP Muhammadiyah 1 Blitar Terabas Panas, Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh-Sumut
Kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh - Sumut yang dilakukan oleh Murid SMP Muhammadiyah 1 Blitar. Foto: Nur/PWMU.CO
pwmu.co -

Hiruk pikuk kendaraan di perempatan Plosokerep, Kota Blitar, kemarin (11/12/2025) menjadi saksi bisu gerakan kemanusiaan luar biasa. Bukan oleh organisasi besar atau pejabat daerah, melainkan oleh puluhan pelajar berseragam Hizbul Wathan (HW) dari SMP Muhammadiyah 1 Kota Blitar.

Dengan semangat membara, mereka berdiri tegak di bawah terik matahari, mengulurkan kardus bertuliskan “Peduli Bencana Aceh-Sumut”, menyeru kepedulian masyarakat untuk membantu saudara sebangsa yang tertimpa musibah.

Aksi ini bukanlah sekadar kegiatan iseng mengisi waktu luang. Kegiatan ini diinisiasi oleh Muhammadiyah Daerah Kota Blitar dan didukung penuh oleh pihak sekolah. Gerakan ini adalah perwujudan nyata dari pendidikan karakter yang menekankan nilai-nilai sosial dan empati.

Sejak pukul 08.00 WIB, para pelajar sudah mengambil posisi. Titik strategis perempatan Plosokerep dipilih karena merupakan salah satu urat nadi lalu lintas di Kota Blitar, menghubungkan jalur utama menuju pusat kota ke daerah pinggiran serta merupakan jalur antarprovinsi. Spanduk besar bertuliskan “Peduli Bencana Sumatra” dibentangkan, menarik perhatian setiap pengendara yang berhenti di lampu merah.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kota Blitar, Siti Muhibbah, S.Ag., menyatakan kebanggaannya terhadap para murid.

“Kami tidak hanya mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga siswa yang memiliki kepekaan sosial tinggi. Bencana banjir bandang di Sumatra Utara dan Aceh sangat memilukan. Sebagai bagian dari bangsa ini, sudah menjadi kewajiban kita untuk bergerak,” ujarnya

Ia menambahkan, seluruh hasil penggalangan dana ini akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Blitar untuk memastikan dana tersebut sampai kepada yang paling membutuhkan.

“Transparansi dan akuntabilitas adalah hal utama. Masyarakat Blitar harus yakin bahwa setiap rupiah yang disumbangkan akan bermanfaat maksimal,” tegasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tidak mudah berdiri berjam-jam di tengah asap knalpot dan cuaca yang tak menentu. Namun, raut lelah seolah sirna dari wajah-wajah polos tersebut setiap kali ada pengendara yang membuka kaca mobilnya atau mengulurkan uang receh dari balik kemudi motor.

Raffa Febrian, salah seorang siswa kelas VIII yang ikut berpartisipasi, mengaku merasa terharu sekaligus bangga.

“Awalnya malu-malu, tapi ingat di sana saudara kita kehilangan rumah, kehilangan harta benda. Malu itu hilang. Yang ada cuma semangat untuk membantu,” kata Raffa dengan mata berbinar. Ia bahkan rela mengabaikan jadwal belajar kelompoknya demi mengikuti kegiatan ini.

Cerita serupa disampaikan oleh Julian Rifqi Aditama, siswa kelas IX. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat memberikan pelajaran yang tidak didapat di bangku sekolah.

“Banyak orang yang awalnya cuek, tapi setelah melihat spanduk dan wajah-wajah kami, mereka jadi ikut tergerak. Ada yang kasih lima ribu, ada yang kasih seratus ribu” kenang Rifqi sambil menunjukkan senyum haru.

Rifqi melanjutkan, respons masyarakat Blitar sangatlah hangat. “Kami terkejut melihat betapa dermawannya warga kota ini. Mereka tidak melihat berapa besar nominalnya, tapi niat untuk berbagi. Itu jauh lebih berharga daripada uangnya sendiri,” ungkapnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu