MI Muhammadiyah 02 (Mimda) Pondok Modern Muhammadiyah Paciran, Lamongan, pada Tahun Ajaran 2025/2026 menambah ekstrakurikuler baru berupa khot naskhi dan kaligrafi. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Jumat pukul 13.30–15.30 WIB di gedung TPQ dan ruang perpustakaan madrasah.
Secara bahasa, khot berarti garisan atau tulisan tangan. Secara istilah, ia adalah seni merangkai huruf-huruf hijaiyah sesuai kaidah tertentu. Jika dirangkai dengan benar, rapi, dan indah, khot akan menghasilkan karya kaligrafi yang menarik. Berbagai jenis khot dikenal dalam penulisan huruf Arab, seperti Naskhi, Riq’ah, Diwani, Tsuluts, Farisi, dan Kufi.
Menurut Fatchul Mubin, pembina program, khot naskhi merupakan dasar dari seluruh jenis tulisan Arab sehingga diajarkan di setiap jenjang pendidikan, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Khot naskhi juga banyak digunakan dalam penulisan mushaf Al-Qur’an dan kitab hadits.
Namun ia melihat bahwa keterampilan menulis Arab belum menjadi perhatian besar di banyak lembaga pendidikan, karena sebagian sudah bergantung pada pencetakan komputer.
Di Mimda Paciran, materi pertama yang diajarkan adalah khot kufi, yaitu tulisan berasal dari Kufa, Irak, dengan ciri bentuk tegak lurus, bersiku, dan kaku. Walaupun sekilas tampak sulit, khot kufi sebenarnya memiliki pola dasar berbentuk kotak-kotak sehingga lebih mudah dipelajari pemula.
Fatchul Mubin menjelaskan bahwa ia mengajar dengan sabar dan melihat antusiasme siswa cukup tinggi. “Saya berharap anak-anak semakin giat berlatih di rumah agar kemampuan mereka terus meningkat,” ujarnya.
Teknik Belajar Khot Naskhi
Adapun metode pembelajaran khot naskhi di Mimda meliputi:
Satu, Demonstrasi huruf lepas, baik huruf yang ditulis di atas maupun di bawah garis. Ini penting agar tulisan rapi dan proporsional.
Dua, Merangkai huruf, karena bentuk huruf berubah ketika disambung.
Tiga, Praktik menulis ayat Al-Qur’an, di mana guru memberi contoh di papan tulis dan siswa menirukannya.
Empat, Tugas rumah, yaitu menulis satu surat pendek mencontoh mushaf Al-Qur’an dengan pendampingan orang tua.
Kepala Mimda Paciran, Wardatul Yunita, S.Pd., menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan bakat seni tulis Arab para siswa.
“Ekstra kaligrafi ini bersifat peminatan. Berapa pun jumlah pesertanya tetap kami fasilitasi. Semoga kegiatan ini bisa memotivasi siswa lain,” ujarnya.
Pendapat Guru dan Pembina
Koordinator ekstrakurikuler, Bariduddin Hazazi, M.Pd., menilai bahwa menulis khot tergolong sulit tetapi penting untuk dicoba.
“Mayoritas pesertanya adalah siswa kelas tiga ke atas. Semoga bakat mereka tersalurkan di sini,” tutur guru yang akrab disapa Asaz tersebut.
Guru pendamping kaligrafi, Tuhfatul Ummah, S.Ag., menyebutkan bahwa pada semester awal ini terdapat lima belas peserta.
“Alhamdulillah, tulisan mereka mulai rapi. Saat membuat kaligrafi, anak-anak tampak senang sehingga mampu memberi warna hingga membuat gradasi,” ungkapnya.
Daftar Peserta Ekstrakurikuler
1. Ailen Nuha Utoyo (3)
2. Adzkia Safira Nurrahmah (3)
3. Lisana Sidqia A’liyya Hawa (3)
4. Medina Kanaya Nara (3)
5. Athifa Yasmin Ar Rouf (4)
6. Anaya Namira Ahmad (4)
7. Mysha Siti Savira (4)
8. Azwa Karina (4)
9. Anindyah Faranisa Azni (5)
10. Ammara Khaulani (5)
11. Defiana Meyfarraya (5)
12. Cindy Qonita Isman Taqiyya (5)
13. Tsalisa Farzana Ayunindya (5)
14. Amira Salsabila Putri (5)
15. Sabqie Hamzah Azib (6). (*)






0 Tanggapan
Empty Comments