Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pelantikan Dokter Periode VIII, Rektor UM Surabaya Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Spiritualitas dalam Profesi Dokter

Iklan Landscape Smamda
Pelantikan Dokter Periode VIII, Rektor UM Surabaya Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Spiritualitas dalam Profesi Dokter
Pelantikan dokter periode VIII FK UM Surabaya (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)
pwmu.co -

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQUA, memberikan sambutan penuh makna dalam acara Pelantikan Dokter Periode VIII Fakultas Kedokteran (FK) UM Surabaya yang digelar pada Rabu (22/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengisahkan perjalanan panjang berdirinya Fakultas Kedokteran yang kini telah menjadi salah satu kebanggaan universitas.

Dr. Mundakir menuturkan bahwa proses berdirinya FK UM Surabaya telah dimulai sejak tahun 2009. “Saya masih ingat, saat itu saya yang mengantarkan proposal pendirian FK ke Dikti, bahkan saya bawa naik kereta saat masih kuliah di UI. Dinamika perjalanannya panjang, kebijakannya berubah-ubah, hingga akhirnya pada tahun 2013 perjuangan itu dilanjutkan lagi,” kenangnya.

Ia menegaskan bahwa semangat para pendahulu, khususnya Prof. Sukadiono, sangat luar biasa dalam mengawal pendirian fakultas tersebut.

Upaya panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil pada tahun 2016 ketika SK pendirian Fakultas Kedokteran UM Surabaya resmi turun. Sejak saat itu, fakultas ini berkembang pesat, menorehkan berbagai prestasi hingga meraih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes pada tahun 2025.

Rektor menyebut pelantikan dokter kali ini sebagai momen yang istimewa. Selain diikuti oleh jumlah lulusan terbanyak sepanjang sejarah FK UM Surabaya, ada pula empat lulusan yang merupakan mahasiswa Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS).

Ia juga menyoroti prestasi kelulusan yang membanggakan, dengan 96% peserta lulus CBT dan 100% lulus OSCE.

Lebih lanjut, Dr. Mundakir menilai bahwa kepercayaan masyarakat terhadap UM Surabaya semakin meningkat. Ia mencontohkan salah satu peserta pelantikan yang merupakan putri dari Rektor Universitas WR Soepratman, Dr. Bachrul Amiq, S.H., M.H.

Dalam suasana hangat, Dr. Mundakir juga berbagi kisah inspiratif dari proses wawancara mahasiswa baru. Seorang ibu memilih menyekolahkan anak keduanya di UM Surabaya setelah melihat perubahan positif pada anak pertamanya yang menjadi lulusan kampus tersebut.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Anaknya jadi rajin ngaji, sholat tepat waktu, bahkan bisa mengimami sholat jamaah. Maka ibunya yakin, adiknya juga harus sekolah di tempat yang sama. Karena sentuhan spiritual seperti ini tidak akan ditemukan di tempat lain,” ungkapnya.

Kepada para orang tua lulusan, Dr. Mundakir menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan pengorbanan mereka. Menurutnya, biaya yang telah dikeluarkan untuk pendidikan anak-anak mereka akan menjadi amal jariyah, karena turut membantu pembangunan sarana-prasarana dan peningkatan mutu pendidikan di UM Surabaya.

Sementara kepada para dokter baru, Rektor berpesan agar selalu menjaga nilai kemanusiaan dalam praktik profesi. Ia mengingatkan bahwa di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), peran empati, simpati, dan kedekatan emosional dengan pasien tetap menjadi hal yang tak tergantikan.

“AI tidak akan pernah bisa meniru algoritma simpati dan empati. Karena itu, jadikan pelayanan kepada pasien sebagai bentuk ibadah. Yakinlah, jika niatmu tulus, Allah yang akan mencukupimu,” pesannya kepada para lulusan.

Menutup sambutannya, Dr. Mundakir mengingatkan pentingnya iman sebagai kompas hidup bagi para dokter muda. Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh di kampus harus menjadi jarum penunjuk arah agar mereka tidak mudah tergelincir dalam menjalankan profesi.

“Perkuat iman. Ilmu yang didapat di kampus jadikan kompas agar arah hidup kita tetap benar,” ujarnya menutup sambutan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu