PWMU.CO – Koordinator Komisariat (Koorkom) dan Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga resmi dilantik di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Jumat (7/8/2025).
Pelantikan ini mengusung tema Muda, Berdaya, Berkarya: Menjadi Lokomotif Perubahan di Tengah Tantangan Global. Tema tersebut mencerminkan semangat regenerasi kepemimpinan IMM UNAIR dalam menjawab tantangan zaman.
Empat komisariat yang dilantik dalam kesempatan ini yaitu PK IMM dr. Soetomo, PK IMM Jenderal Soedirman, PK IMM Al-Fatih, dan PK IMM Buya Hamka.
Acara ini turut dihadiri Ketua PC IMM Kota Surabaya Erfanda Andi Mada, perwakilan Forum Komunikasi Alumni (FOKAL) IMM UNAIR, Sufi Ainul Yaqin, serta kader dari Koorkom dan Komisariat IMM se-Surabaya. Hadir pula sejumlah tamu undangan dari organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung+.
Gerak IMM UNAIR Berbasis Empat Pilar
Dalam sambutannya, Ketua Umum Koorkom IMM UNAIR periode 2025–2026, Ahmad Jabir Hajjan Rasyidi, memperkenalkan arah gerak kaderisasi yang berbasis pada empat pilar utama.
Pilar pertama adalah keilmuan dan prestasi yang dikembangkan melalui inisiatif IMM Belajar. Pilar ini dikoordinasikan oleh PK IMM Al-Fatih dengan fokus pada budaya diskusi, riset, dan pengembangan akademik berbasis program studi. Salah satu program yang digagas adalah IMM Scholar Class, yang memfasilitasi kader untuk aktif menulis, meneliti, dan mengikuti forum-forum akademik.
Pilar kedua adalah keagamaan melalui gerakan IMM Beriman, yang menjadi ranah PK IMM dr. Soetomo. Programnya meliputi kajian tematik, halaqah, pelatihan khatib, dan forum ngaji bersama. Jabir menekankan pentingnya penguatan spiritualitas modern dalam dinamika organisasi kampus.
Pilar ketiga berfokus pada advokasi dan kemahasiswaan lewat IMM Bergerak yang dikoordinasikan oleh PK IMM Buya Hamka. Dalam pilar ini, IMM UNAIR menghadirkan dua ruang pengembangan: Rumah Instruktur, yang menaungi minat kader di bidang instruktur (DAM, DAP, PID, PIM, PIP), dan Rumah Organisatoris, bagi kader yang aktif di lembaga intra kampus seperti BEM, HIMA, dan UKM.
Sementara itu, pilar keempat bertema sosial dan pemberdayaan melalui IMM Berkarya yang dipimpin oleh PK IMM Jenderal Soedirman. Pilar ini mencakup pendampingan beasiswa, pelatihan kepemimpinan, kolaborasi projek sosial, serta pengembangan soft skill seperti media digital dan public speaking dalam wadah IMM Insight Forum.
“Empat pilar ini bukan sekadar program kerja, tapi menjadi arah gerak dan nafas kaderisasi IMM UNAIR ke depan,” ujar Jabir.
Dalam penutupnya, Jabir menekankan pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi. Ia mengutip perkataan Imam Al-Ghazali bahwa Dan seluruh orang-orang yang berilmu itu tertidur. Kecuali orang-orang yang mengamalkan. Seluruh orang-orang yang mengamalkan itu bisa tertipu. Kecuali orang-orang yang ikhlas.
Dan apakah orang-orang yang ikhlas ini sudah berakhir? Ternyata tidak. Dan seluruh orang yang ikhlas pun masih dalam bahaya. Kenapa dalam bahaya? Karena keikhlasan. Maka biarlah hati-hati ini menjadi ruang kita mencari ilmu.
“Ilmu harus diamalkan dengan ikhlas, dan keikhlasan itu sendiri harus dijaga. IMM bukan tempat cari panggung, tapi ladang amal dan manfaat,” ucapnya penuh semangat dan keyakinan.
Yel-yel IMM! Jaya! pun menggema di akhir sambutannya.
Pesan Ketua Cabang: IMM Aktif, Tapi Jangan Lupa Lulus
Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya, Erfanda Andi Mada, turut memberikan pesan kepada seluruh kader IMM UNAIR yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan antara kesibukan organisasi dengan tanggung jawab akademik.
“Tujuan utama kalian kuliah adalah lulus. IMM boleh aktif, tapi jangan lupakan tugas utama sebagai mahasiswa. Berikan contoh bahwa kader IMM bisa berprestasi dan lulus tepat waktu,” tuturnya.
Erfanda juga mengingatkan pentingnya musyawarah sebagai landasan gerak organisasi. Ia mengajak kader IMM UNAIR untuk menerima perbedaan karakter kepemimpinan.
“Setiap pemimpin memiliki gaya berbeda. Maka, jangan bandingkan, tapi dukung. Ini momentum regenerasi yang harus disambut dengan komitmen dan kolaborasi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Erfanda menyampaikan pesan inspiratif dari yang ia tangkap dalam film SORE versi dirinya. Dengan senyum ia mengatakan “Kalau saya hidup 10 ribu kali, saya akan tetap menjadikan IMM Surabaya sebagai tempat pengabdian saya,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Suara Alumni: IMM Adalah Minoritas yang Harus Dijaga
Perwakilan Forum Komunikasi Alumni IMM UNAIR, Sufi Ainul Yaqin, mengingatkan pentingnya menjaga eksistensi IMM sebagai organisasi mahasiswa Islam di kampus besar.
“IMM di kampus-kampus negeri sebagian besar adalah minoritas. Maka, jaga eksistensi kita. Merekrut kader lebih sulit daripada merawatnya. Maka kita harus saling menopang, menguatkan, dan membina generasi baru IMM dengan serius,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan IMM adalah perjuangan nilai. IMM harus tetap konsisten dalam memperjuangkan Islam, keilmuan, dan kebangsaan di tengah arus tantangan kampus modern.
“Saya tidak banyak bicara, tapi saya ingin teman-teman benar-benar menjaga IMM dengan kesungguhan. Ini bukan soal jumlah, tapi soal nilai,” ujarnya.
Acara pelantikan ditutup dengan doa dan seruan semangat dari seluruh peserta. Dengan dilantiknya Koorkom dan PK IMM UNAIR yang baru, diharapkan IMM UNAIR dapat terus menjadi ruang aktualisasi kader yang berdaya, beriman, dan siap menghadapi tantangan global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments