Koordinator dan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Jember (UNEJ) resmi melantik jajaran pengurus baru mereka untuk periode 2025/2026, Sabtu (1/11/2025). Acara pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut diselenggarakan di Gedung Kewirausahaan UNEJ.
Acara pelantikan yang mengusung tema “IMM Harmoni, Menguatkan Peran, Mewujudkan IMM yang Berkemajuan” ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Dosen dan Tenaga Pendidik UNEJ, serta perwakilan dari organisasi mahasiswa (Ormawa) eksternal kampus.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan ikrar jabatan oleh para pengurus baru. Affan Rizwanda, mahasiswa dari Fakultas Pertanian yang mewakili Ketua Umum Koordinator Komisariat IMM UNEJ periode ini, dalam sambutannya menyampaikan tujuan untuk menjadikan IMM sebagai wadah yang mempersatukan dan menjalin silaturahmi antar dosen dan tendik.
“Tak hanya itu, kesempatan pagi ini, kita telah dibersamai oleh ayahanda dan ibunda tenaga pendidik, dosen maupun civitas akademika di unej. Maka, ini menjadi jalan silaturahmi kita, memperluas koneksi dan relasi. Dan saya sendiri yang mungkin saja baru tahu ternyata banyak dosen, civitas maupun tendik di unej dari keluarga muh. Alangkah baiknya setelah kegiatan ini, kita menjadi mengenal dan dapat meningkatkan tegur sapa antara kita,” ujar Affan.
Pentingnya Peran Mahasiswa
Perwakilan PDM Jember, KH. Kusno, S.Ag., M.Pd.i., dalam sambutannya memberikan pesan tentang ikatan yang lebih inklusif. Beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa, khususnya IMM, dalam menjaga integritas moral dan semangat kebangsaan di lingkungan kampus.
“Kita harus berani mengambil segmentasi yang berbeda. Oleh karena itu. Melihat kehebatan orang tua bukan untuk ditandingi. Tetapi untuk dipelajari kemudian. Diambil nilai-nilai yang ada di dalamnya. Karena semua tantangan yang kita hadapi itu tidak sama dengan orang tua kita. Jadi enggak bisa dibandingkan,” jelanya.
Ia menambahkan, Muhammadiyah itu besar. Aisyiyah itu besar. Bapak, Ibu itu ilmu-ilmu gede-gede, ilmu-ilmu gitu ya. Tetapi dulu tidak seperti itu. Banyak tantangan yang mereka hadapi. Nah sekarang kita tidak bisa bersembunyi di dalam kebesaran Muhammadiyah. Sembunyi dalam kebesaran Aisyiyah. Tetapi kita harus jadikan kebesaran itu sebagai suplemen eksternal kita untuk memperkuat kualitas yang ada pada diri kita.
Pesan yang disampaikan oleh Alfa Rizal Matofani selaku perwakilan PC IMM Jember menekankan bahwa keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di kalangan mahasiswa.
“Sebagai organisasi, teman-teman harus menjadi teladan, khususnya di kalangan mahasiswa. Harus menjadi mahasiswa yang berprestasi, mungkin ada yang penelitian-penelitian, karang-karang di Indonesia. Biar yang katanya generasi kita ini juga punya power intelektual yang sama-sama.” ujarnya saat sambutan.
Perwakilan dari Forum Alumni IMM UNEJ, Fahrudin Romadhona alumni tahun 2004 menyampaikan tentang rasa syukur dan terharu.
“Saya juga titip kepada Bapak Ibu semuanya, adek-adek ini ya di UNEJ ini lah Pak. Kalau mungkin perlu dijeweri kalau misalkan keluar dari koridornya, saya juga ee sangat terharu tadi dari delapan orang tahun 2004 20-21 tahun berikutnya sudah segini banyaknya dan mungkin masih ada yang tidak hadir,” ungkapnya sambil bernostalgia.
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan IMM UNEJ, dengan harapan mampu membawa organisasi ini mencapai capaian yang lebih progresif dan bermanfaat bagi seluruh civitas akademika UNEJ. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments