Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pelatihan Instruktur MPKSDI PDM Ponorogo Resmi Dibuka

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Dokumentasi kegiatan pembukaan pelatihan instruktur MPKSDI PDM Ponorogo (Jefri/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pelatihan Instruktur Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumber Daya Islami (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo resmi dibuka pada Ahad (11/5/2025) di Villa Sri Kembang, Kecamatan Ngebel.

Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari ini mengusung tema “Mewujudkan Perkaderan Muhammadiyah yang Hebat dan Profesional”. Pelatihan ini diikuti oleh 30 kader terpilih dari berbagai amal usaha dan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah di Ponorogo.

Ketua MPKSDI PDM Ponorogo, Dr Mulyani MHum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan menyiapkan instruktur-instruktur andal yang akan menjadi ujung tombak dalam mencetak kader-kader unggul Muhammadiyah.

“PDM Ponorogo kini telah memiliki balai diklat yang representatif. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menggerakkan dan memperkuat sistem pengkaderan di lingkungan Muhammadiyah Ponorogo,” ujarnya.

Dr Mulyani menambahkan, pengkaderan bukan hanya soal pewarisan nilai-nilai ideologis, tetapi juga menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki integritas, kapabilitas, dan komitmen tinggi terhadap misi Muhammadiyah.

“Melalui proses kaderisasi, para anggota tidak hanya dikenalkan pada prinsip tajdid (pembaharuan) dan amar ma’ruf nahi munkar, tetapi juga dilatih untuk menjadi pribadi yang proaktif, solutif, dan kontributif bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan secara luas,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris PDM Ponorogo, Dr Rudianto MPd, menekankan pentingnya pemberdayaan kader agar senantiasa aktif dan produktif. Ia menyampaikan bahwa kader Muhammadiyah perlu diberikan ruang untuk berkegiatan, disibukkan dengan hal-hal positif, serta terus dibekali secara emosional dan spiritual, tidak hanya dari sisi intelektual semata.

Dr Rudianto juga menambahkan enam kecerdasan emosional yang penting dimiliki oleh setiap kader: percaya diri, kesadaran diri sebagai kader Muhammadiyah, keberanian untuk tampil (aktualisasi diri), tanggung jawab sosial, kemampuan menjalin hubungan interpersonal, dan empati.

“Orang yang memiliki kecerdasan emosional berarti telah menguasai 88 persen dari faktor penentu kesuksesan. Hanya 12 persen sisanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual,” tegasnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar serius MPKSDI PDM Ponorogo dalam memperkuat sistem perkaderan agar lebih sistematis, terarah, dan mampu mencetak kader-kader yang berkontribusi besar dalam dakwah serta pembangunan masyarakat. (*)

Penulis Miftahul Rahman Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu