Pelatihan Jaya Melati 1 oleh Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kota Malang terhelat secara luring sebagai lanjutan dari rangkaian kegiatan daring sebelumnya.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada Sabtu-Senin (14-16/02/2026) di SD Muhammadiyah 8 Blimbing, Kota Malang.
Sekretaris Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, Khusnul Abidin, dalam sambutannya saat pembukaan menyampaikan esensi pelatihan ini.
Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kader kepanduan Hizbul Wathan, baik dari aspek kepanduan maupun ideologi organisasi.
Perkaderan Tak Boleh Berhenti
Ia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan secara daring sebelumnya merupakan inovasi yang muncul pada masa pandemi Covid-19, ketika aktivitas luar ruang dibatasi.
Meski demikian, Jawa Timur memandang bahwa proses pembinaan kader tidak boleh terhenti.
“Awalnya pelatihan Jaya Melati dilaksanakan secara online saat pandemi Covid-19, karena seluruh kegiatan dibatasi. Namun Jawa Timur menganggap perkaderan tidak boleh berhenti agar visi organisasi tetap berjalan” terang Abidin.
“Sehingga dirancang pelatihan Jaya Melati secara online yang dimulai di Kota Mojokerto” jelasnya.
Menurut Abidin, pelatihan Jaya Melati 1 tidak hanya berfokus pada keterampilan kepanduan semata. Tetapi juga menekankan penguatan ideologi dan nilai-nilai ke-Muhammadiyahan yang menjadi ciri khas Hizbul Wathan.
“Pelatihan Jaya Melati 1 bukan hanya memberikan pelatihan di sisi kepanduan saja, tetapi peserta juga harus mendalami ideologi dalam kepanduan Muhammadiyah” tegasnya.
Pada kegiatan in, lanjutnya, ada materi kemuhammadiyahan yang harus peserta pahami secara mendalam. Dan itulah yang membedakan Hizbul Wathan dengan kepanduan lain.
Harapan Sekretaris Kwarwil HW Jatim
Ia menambahkan, peserta sebelumnya telah mengikuti materi sejarah, prinsip dasar, dan metode kepanduan secara daring sebagai bagian dari pembelajaran awal.
Abidin berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh setelah kembali ke kwartir atau pangkalan masing-masing.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat kembali ke kwartirnya masing-masing dan mengembangkan pembinaan di lingkungannya. Sehingga kegiatan Hizbul Wathan di Kota Malang semakin berkembang dan berjalan dengan baik” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan kepanduan Hizbul Wathan harus menjadi sarana pembinaan karakter sesuai dengan nilai-nilai yang dicita-citakan Muhammadiyah.
“Kegiatan Hizbul Wathan harus benar-benar menjadi sarana pembinaan sebagaimana yang diinginkan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan. Sehingga nilai-nilai kepanduan dapat diterapkan dalam kehidupan, baik di lingkungan organisasi, masyarakat, maupun keluarga” pungkasnya.






0 Tanggapan
Empty Comments