Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pelatihan Kepemimpinan Aisyiyah Sidoarjo: Mencetak Pemimpin Perempuan Tangguh lewat Kepenulisan dan Komunikasi Publik

Iklan Landscape Smamda
Pelatihan Kepemimpinan Aisyiyah Sidoarjo: Mencetak Pemimpin Perempuan Tangguh lewat Kepenulisan dan Komunikasi Publik
pwmu.co -
Darul Setiawan SPd saat menyampaikan materi kepenulisan (Yantie/PWMU.CO)

PWMU.CO – Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sidoarjo mengadakan pelatihan kepemimpinan pada Senin (9/6/2025) di Aula Gedung Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana.

Kegiatan ini diikuti oleh lima perwakilan dari masing-masing Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo, serta dihadiri pula oleh unsur Majelis dari PDA Sidoarjo.

Acara yang mengusung tema “Pelatihan Kepemimpinan dalam Membentuk Pemimpin Perempuan yang Kapabel” ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama berisi materi kepenulisan yang disampaikan oleh Darul Setiawan SPd dan materi public speaking yang disampaikan oleh Istiqomah MMedKom.

Para peserta mengikuti acara dengan penuh antusias. Materi tentang kepenulisan terasa sangat menarik, terutama bagi para ibu yang selama ini jarang menulis selain untuk mencatat belanja harian. Pemateri mengajarkan bagaimana menjadi penulis hanya dalam waktu 3.600 detik. Ia juga memperkenalkan teknik penulisan menggunakan rumus 5W+1H, ditambah satu elemen penting lagi yakni Wow.

“Jangan menulis kalimat terlalu panjang agar pembaca tidak merasa lelah atau kehabisan napas saat membacanya,” jelas Darul Setiawan.

Menurutnya, sebuah tulisan dianggap berhasil apabila mudah dipahami oleh pembaca dan mampu menimbulkan efek wow. Ia juga menegaskan bahwa intinya adalah bagaimana cara mengalihkan bahasa lisan ke dalam bentuk tulisan.

Setelah pemaparan materi selesai, peserta mendapat tugas menulis satu alinea dalam waktu lima menit. Para ibu dengan penuh antusias menulis dan segera mengirimkan hasilnya ke grup WhatsApp. Empat penulis terbaik pun langsung terpilih, yaitu Ifa Majid, Lay Lara, Khusnul Isa dan Faiqo Soroya. Masing-masing penulis terpilih menerima hadiah berupa sebuah buku.

Para penulis terpilih yang menerima hadiah berupa sebuah buku (Yantie/PWMU.CO)

Selanjutnya, materi kedua mengenai public speaking dengan tema “Transform Your Speaking Skills for the Digital Age” yang disampaikan oleh Istiqomah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Mbak Isti, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa penting bagi seorang pemimpin untuk memiliki platform media sosial sebagai sarana dakwah. Pesan dalam bentuk audio-visual dinilai lebih mudah diterima oleh audiens dan responsnya pun lebih cepat terlihat. Sayangnya, masih banyak ibu-ibu yang merasa kesulitan ketika harus berbicara di depan kamera.

“Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain materi yang kuat, diksi yang tertata, serta artikulasi yang jelas. Pahami siapa audiensmu, dan sampaikan dengan gaya yang alami. Dukungan gestur dan postur tubuh yang tepat, disertai intonasi serta ekspresi yang natural, akan memperkuat penyampaian,” tuturnya.

Seperti dalam pelatihan kepenulisan, tugas membuat video juga diberikan setelah pemaparan materi selesai. Para peserta segera merekam diri mereka sendiri atau meminta bantuan temannya untuk merekam. Menyampaikan informasi melalui kamera gawai ternyata tidak semudah berbicara langsung, terutama karena belum terbiasa. Rasa malu dan grogi pun kerap muncul. Tiga video terbaik yang dibuat peserta akan diunggah ke akun Instagram PDA.

Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah mendorong setiap pimpinan cabang untuk mengadakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Dengan demikian, diharapkan akan lahir penulis-penulis baru di tiap cabang, serta dakwah melalui media audio-visual dapat segera tersebar secara lebih luas. (*)

Penulis Yantie Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu