Dunia pendidikan kini semakin dituntut untuk tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga global. Hal inilah yang menjadi sorotan ketika Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengundang Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran dan 63 SMA/MA Muhammadiyah Unggul dalam Pelatihan Konsultan Luar Negeri Batch 2, yang digelar pada Ahad-Selasa (7–9/9/2025) di Balai Pemerintahan Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Undangan tersebut menjadi momentum penting bagi Mamsaka. Dari sekian banyak sekolah Muhammadiyah unggul se-Indonesia, Mamsaka tercatat sebagai satu-satunya madrasah dari Jawa Timur yang hadir.
Fakta ini sekaligus menegaskan posisi Mamsaka sebagai lembaga pendidikan yang dinilai siap menjawab tantangan zaman, khususnya dalam mempersiapkan generasi berdaya saing internasional.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber seperti Ir Doddy Primanda Kadarisman dan Nurul Aini MD. Mereka akan membekali peserta dengan materi strategis seputar visi kehidupan, program double track, hingga peluang studi di luar negeri.
Rangkaian ini dirancang tidak hanya untuk transfer ilmu, tetapi juga sebagai ajang jejaring antar sekolah Muhammadiyah yang memiliki visi serupa.
Kepala Mamsaka, Purwanto MPd menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk membawa madrasah lebih dekat dengan dunia global.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di era internasionalisasi pendidikan. Melalui forum ini, kami ingin belajar langsung bagaimana membangun ekosistem sekolah yang mampu mengantarkan siswa ke level global,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman berharga dari pelatihan tersebut nantinya akan diterapkan dalam pengembangan program sekolah.
Harapannya, Mamsaka tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga berwawasan global, siap bersaing, sekaligus tetap berkarakter Islami.
Dari sisi kelembagaan, keikutsertaan Mamsaka dalam forum nasional ini memperkuat identitas madrasah sebagai bagian dari jaringan sekolah unggul Muhammadiyah.
Dengan membawa nama Paciran ke panggung pendidikan nasional, Mamsaka menunjukkan bahwa madrasah di daerah pun mampu bersuara dan berkontribusi dalam percaturan global.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini adalah pintu gerbang menuju orientasi baru pendidikan Islam modern. Dan bagi Mamsaka, undangan ini merupakan bukti kepercayaan sekaligus amanah untuk terus bergerak maju, menghadirkan generasi berkemajuan yang mampu menatap dunia dengan percaya diri.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments