Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pelatihan SUMM: Menyiapkan Guru sebagai Pelatih Olimpiade di SD Muhammadiyah Manyar

Iklan Landscape Smamda
Pelatihan SUMM: Menyiapkan Guru sebagai Pelatih Olimpiade di SD Muhammadiyah Manyar
Dua guru SD Muhammadiyah Manyar (dari kiri) Ria Eka Lestari SSi, Wardatul Khumairok saat mengikuti pelatihan Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM) di Bogor selama 4 hari 3 malam. (KPM Team/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) bergerak cepat melakukan tindak lanjut usai mengirimkan delegasi gurunya dalam pelatihan intensif Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM) dengan menggelar rapat rencana pembentukan siswa olimpiade pada Kamis (29/1/2026).

Pelatihan SUMM tersebut dilaksanakan empat hari tiga malam (20-23 Januari 2026) bertempat  di kantor pusat Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, Jawa Barat.

Sebelum pelatihan SUMM yang merupakan bentuk Kerjasama antara  Majelis Dikdasmen & PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan KPM, para guru MIPA Muhammadiyah dari sembilan provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Lampung, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan mengikuti proses seleksi ketat. Dari seleksi tersebut, SDMM berhasil meloloskan dua guru IPA, yaitu Ria Eka Lestari SSi. dan Wardatul Khumairok, SPd.

Pelatih Olimpiade

Rapat pembentukan siswa olimpiade ini menjadi langkah awal sekolah dalam merancang sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan tujuan pelatihan SUMM, yaitu menyiapkan guru sebagai pelatih olimpiade yang mampu membina siswa agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi strategis, salah satunya kapita selekta, yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Soal-soal yang diberikan bukan soal harian yang biasa diajarkan di kelas, melainkan soal menantang yang mengharuskan guru menggunakan penalaran konsep dan logika mendalam.

“Pelatihan ini membuka cara pandang saya bahwa untuk melahirkan siswa yang mampu bersaing di ajang olimpiade, tugas guru bukan lagi sekadar mengajar, tetapi menjadi pembina dan pelatih,” ujar Ria Eka Lestari, SSi.

Satu hal yang menjadi suntikan semangat bagi para guru SDMM ini adalah materi pelatihan di hari pertama yang disampaikan direktur KPM Dr Raden Ridwan Hasan Saputra MSi tentang cara berpikir suprarasional. Materi ini menekankan bahwa ikhtiar yang disertai keikhlasan tidak boleh hanya dihitung secara logika manusia, tetapi juga logika Tuhan.

“Apa yang kita usahakan dan kita ikhlaskan, tidak akan pernah sia-sia. Jadilah karyawan Tuhan karena dialah yang maha kaya, usaha yang kita lakukan akan langsung mendapat gaji dari sang pemilik semesta” ungkap saya mengutip pesan yang sangat membekas dari materi tersebut.

Rapat pembentukan siswa olimpiade ini diharapkan menjadi awal lahirnya ekosistem pembinaan sains yang kuat di SD Muhammadiyah Manyar. Melalui pendampingan yang konsisten dan terarah, sekolah berkomitmen menyiapkan generasi yang unggul secara intelektual, tangguh secara mental, serta kokoh secara spiritual. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu